Berita

Direktur Eksekutif Community of Ideological Islamist Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya/Net

Politik

Aspek Keamanan, Lokasi IKN Berpotensi Ancam Pertahanan Negara

RABU, 26 JANUARI 2022 | 18:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan TImur, diprotes banyak kalangan. Terlebih lokasi yang digunakan untuk membangun ibukota berdekatan dengan konflik internasional di Laut Cina Selatan dan juga ancaman terorisme.

Direktur Eksekutif Community of Ideological Islamist Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya berpendapat, seharusnya pembentukan IKN baru harus mempertimbangkan aspek holistik dan sosiologis secara komprehensif.

“Termasuk diantaranya adalah aspek keamanan,” imbuh Harits kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/1).


Harits mengatakan, keamanan dan pertahanan negara selama ini banyak dikritisi banyak pihak. Mereka mempersoalkan bahwa pembangunan ibukota saat ini bukanlah kebutuhan darurat.

“Yang kedua yakni penggunaan anggaran atau pembiayaan juga bermasalah kemudian juga tentang potensi ancaman pertahanan negara dan bahaya bahaya geologi dan sebagainya juga harus dijelaskan,” katanya.

Dia memberikan contoh di lokasi pembangunan ibu kota baru terjadi ancaman kekeringan air dan lain sebagainya.

“Jadi banyak hal artinya itu bagian dari pertahanan dan keamanan kalau nanti kedepannya tetap jalan tapi bahwa ibu kota itu tidak save dalam berbagai aspeknya ini musibahlah,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya