Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/Net
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diminta tidak salah memilih Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI. Sosok yang akan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim harus yang benar-benar loyal kepada AHY.
Disampaikan pengamat politik dari Universitas Brawijaya, Malang, Dr Sholih Muadi, ada beberapa hal yang harus dicermati, terkait pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat Jatim pada 20 Januari 2022 kemarin.
“Di mana Musda VI DPD Partai Demokrat, sudah menerapkan model baru di bawah kepemimpinan Ketum AHY,†ujar Sholih, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (23/1).
Lebih lanjut Sholih menerangkan, dalam Musda VI hanya mengusulkan calon ketua yang mengantongi syarat minimal dukungan 20 persen hak pemilik suara.
“Selanjutnya DPP, yakni Ketum, Sekjen, dan Ketua BPOKK, mengadakan
fit and proper test untuk menentukan siapa yang layak dan pantas memimpin Partai Demokrat di Jatim. Tentu ini sangat baik, dengan mengutamakan kepentingan partai tentunya,†tutur Dekan Fisip Universitas Brawijaya ini.
Mengenai 2 kandidat yang maju, mendaftar, dan diusulkan pada Musda yakni Plt Ketua DPD dan Plt Sekretaris Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga, dia menilai bahwa keduanya punya keunggulan masing-masing, namun ada nilai lebih yang dimiliki Emil.
Secara politik, masyarakat umum khususnya warga Jatim sudah lebih mengenalnya karena pernah menjabat Bupati Trenggalek dan saat ini menjadi Wagub Jatim.
“Notabene juga diusung Partai Demokrat, tentu pengalamannya di birokrasi tidak diragukan lagi. Ditambah sosok Emil Dardak dari sisi akademisi, lulusan Oxford dan di usia belia 22 tahun sudah mendapatkan gelar Doktor,†jelas Sholih.
Oleh karena itu, Sholih mewanti-wanti AHY selaku Ketum Partai Demokrat, harus lebih cermat menentukan pimpinan Partai Demokrat Jatim.
Sebab Jatim merupakan salah satu lumbung suara Partai Demokrat. Jangan sampai pada perhelatan politik ke depan, suara Partai Demokrat di Jatim malah berkurang baik DPR RI , DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
Maka, Sholih menambahkan, penting bagi AHY memilih sosok yang paling pas untuk memimpin partai baik di tingkat provinsi (DPD) dan kabupaten/kota.
“Harus benar-benar loyal terhadap Ketum AHY, demi kepentingan partai,†tandasnya.