Berita

Ekonom senior Rizal Ramli saat bersilaturahmi dengan tokoh, aktivis dan ulama Purwakarta/Ist

Politik

Saat jadi Menko Era Gusdur, Rizal Ramli Pernah Minta Ditusuk Anaknya

SABTU, 22 JANUARI 2022 | 21:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tokoh nasional Rizal Ramli membagikan cerita pengalamannya sebagai menteri koordinato bidang ekonomi keuangan dan industri (Menko Ekuin) era Pemerintaahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat menjadi Menko Ekuin, Rizal pernah minta ditusuk menggunakan pisau oleh anaknya.

Hal itu dituturkan Rizal dalam acara silaturahmi dengan tokoh, aktivis dan ulama Purwakarta, Jawa Barat di Kampus Yarsi, Sabtu (22/1).  

Rizal menceritakan bahwa banyak cara dan kesempatan bagi pejabat negara untuk korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Godaan sangat besar, bahkan bisa saja melalui rayuan terhadap isteri atau anak. Inilah yang dialami dirinya saat menjadi Menko Ekuin.


"Anak saya namanya Dipo, masih remaja ketika itu, dengan senang dan bangga bercerita dia dihubungi dan diminta untuk menjadi komisaris perusahaan sawit swasta. Kebetulan di meja ada pisau buah, saya ambil dan serahkan kepada anak saya. Dipo kamu tusuk saja bapakmu ini," kenang Rizal.

Rizal lantas menjelaskan kepada sang anak jika tawaran tersebut bukan tanpa maksud sehingga tidak perlu senang dan harus ditolak.  

"Itu cara mereka menyuap bapakmu untuk mendapatkan kebijakan. Demi rakyat dan integritas bapakmu jangan lakukan itu, sembari saya menahan tangis," ungkap Rizal Ramli.

Rizal juga menceritakan rayuan datang terhadap istrinya almarhum Herawati Moelyono. Hera pernah diajak makan siang oleh konglomerat, dijanjikan segala rupa fasilitas.

"Tidak berani menyampaikan kepada Rizal Ramli karena pasti dimarahin, itupun tetap saya marahin kok mau makan siang," tutur Rizal.

Rizal Ramli merasa perlu berbagi pengalaman karena di era ini banyak pejabat yang hanya memikirkan keluarganya. Karena itu ia berharap KPK punya keberanian lebih untuk menindaklanjuti berbagai dugaan praktek KKN yang terjadi saat ini.

Dalam kesempatan dialog, Rizal menerima banyak keluhan dari tokoh, aktivis dan ulama Purwakarta soal kondisi kesulitan ekonomi masyarakat yang dialami selama Jokowi berkuasa. Harga-harga naik, pengangguran dan kemiskinan bertambah sementara korupsi semakin menjadi-jadi. Bahkan anak-anak presiden diduga KKN.

Saking geramnya, dalam kesempatan dialog, Ndeh Supiarsih salah satu yang hadir mengungkap perlu secepatnya perlu segera ada perubahan karena kondisi yang kian carut marut.

Acara silaturami ditutup dengan dengan deklarasi meminta Rizal Ramli memimpin perubahan, dan masyarakat yang hadir dalam silaturahmi sepakat dan mendeklarasikan Rizal Ramli menjadi calon presiden.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya