Berita

Tim Manies punya alasan khusus mendukung Anies Baswedan maju di Pilpres 2024/Ist

Politik

Punya Sederet Pertimbangan, Tim Manies Mantap Dukung Anies Maju Pilpres 2024

JUMAT, 21 JANUARI 2022 | 06:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sosok Anies Baswedan dinilai sebagai pemimpin dan tokoh yang agamis, sopan santun, cerdas, serta berhasil membangun DKI Jakarta. Anies juga dianggap berwibawa dan kharismatik.

Alasan-alasan tersebut menjadi pertimbangan Tim Mak Mak Anies (Manies) mendukung dan memilih Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Jika dibandingkan dengan bakal calon yang lain, kami melihat Pak Anies yang paling ganteng, kemudian Pak Anies orangnya cerdas, berakhlak mulia, intelek, dan kami bangga kalau dipimpin beliau. Di mata dunia, beliau menguasai semua bahasa, sikapnya yang santun dan intelektual," kata Wakil Ketua Presidium Manies, Ida Laomo, saat berkunjung ke Kota Bogor, Kamis (20/1).


Bukan itu saja, dalam menjalankan tugas sebagai gubernur selalu tegas dan mampu menjalankan amanah. Serta mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapinya dengan smart tanpa mengorbankan dan menyakiti yang lain.

"Jadi, hal ini yang menjadi pertimbangan kami menentukan pilihan kepada pak Anies," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ia berharap, ke depan bangsa Indonesia memiliki pemimpin yang cerdas dan hal itu ada di diri Anies Baswedan.

"Sebenarnya emak-emak itu sudah sadar politik, sudah beberapa periode lalu, sudah sadar. Karena emak-emak ini ingin perubahan, emak-emak ingin sejahtera, emak-emak ingin makmur, emak-emak ingin bahagia. Nah itu yang melatarbelakangi emak-emak sadar politik. Intinya ingin ada perubahan," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya