Berita

Gubernur Jabar Ridwan Kamil/net

Politik

Lahir Batin Siap Nyapres, Ridwan Kamil: Warnanya Saya Kabari Nanti

KAMIS, 20 JANUARI 2022 | 05:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mendapatkan dukungan dan dorongan untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kali ini, mantan Walikota Bandung itu mendapatkan dukungan dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS).

Dukungan tersebut direspons positif oleh Ridwan Kamil. Bahkan dirinya mengaku selalu mendapatkan doa dan dukungan kemanapun bepergian. Dukungan tersebut juga datang dari berbagai kalangan masyarakat agar dirinya mau mencalonkan diri pada Pilpres 2024.

"Pertama selalu ada doa, ada pertanyaan, itu tidak bisa dihindari. Kedua, jika gesturnya baik, saya aminkan kan begitu ya. Tugas manusia tadi adalah berusaha berikhtiar, masalah takdirnya ada atau tidak bukan wilayah manusia," kata Ridwan Kamil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (19/1).


Ridwan Kamil menyebut ikhtiar yang ditempuh dalam menjalankan roda kepemimpinan yakni mampu memberikan rasa suka kepada masyarakat melalui etos kerja. Apabila kinerjanya bagus maka akan semakin disukai.

"Otomatis ada apresiasi dari masyarakat berupa doa, dukungan elektoral, bahkan lagu. Jadi saya akan fokus bekerja seperti ini," ucapnya.

Kendati begitu, dirinya belum mengetahui partai mana yang akan dipilih, yang pasti sesuai dengan keyakinan Pancasila. Hal tersebutlah yang menjadi dasar dirinya untuk menentukan perahu yang akan mengantarkannya menuju Pilpres 2024.

"Yang saya pegang adalah yang sangat konsisten memperjuangkan Pancasila. Track record-nya pasti jadi dasar untuk berlabuh," lanjut Kang Emil, sapaan akrabnya.

Walaupun belum menentukan partai, ia mengaku telah berkomunikasi dengan semua partai hingga saat ini. Namun, ia belum mau memberikan bocoran soal partai mana yang jadi perahunya dalam kontestasi 2024.

"Lahir batin kan sudah siap. Sudah siap, tinggal masalahnya itu warnanya apa, nanti saya kabari," imbuhnya.

Saat disinggung terkait posisi dirinya dalam kontestasi 2024, Kang Emil menyebut hal itu masih menjadi rahasia Ilahi. Pasalnya, manusia hanya dapat bekerja keras, bertanding, dan berkompetisi.

"Nanti medali perak apa emas itu wilayah Tuhan," kata Kang Emil.

Sementara itu, Ketum AMS, Noery Ispandji Firman menjelaskan, pihaknya mendukung Ridwan Kamil sebagai tokoh Sunda yang nama dan elektabilitas menuju Pilpres 2024 kian cemerlang berdasarkan hasil berbagai survei terpercaya.

"Saya berbicara aspirasi orang Sunda dan orang Sunda di Bali punya aspirasi ingin ada kebanggaan. Kebetulan sekarang putra terbaiknya, Ridwan Kamil," kata Noery, Selasa (18/1).

Atas dasar itu, pihaknya kini terus berusaha agar Ridwan Kamil mampu menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Ke depannya, dukungan tersebut akan dideklarasikan secara resmi usai Ridwan Kamil ditetapkan KPU sebagai Capres atau Cawapres.

"Kami sebagai warga dan elemen organisasi Jabar, siap untuk mendukung langkah beliau. Anggota kami di seluruh Indonesia ada sekitar empat jutaan, di Bali saja 70 ribu orang," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya