Berita

Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi/Net

Politik

Cegah Polemik Makin Besar, Paguyuban Pasundan Desak Arteria Dahlan Segera Minta Maaf kepada Masyarakat Sunda

RABU, 19 JANUARI 2022 | 23:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, masih terus memancing reaksi keras dari masyarakat, khususnya masyarakat Sunda. Arteria pun didesak untuk segera meminta maaf secara terbuka terkait pernyataannya yang telah menyinggung warga Sunda.

Dalam rapat Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan meminta Kejaksaan Agung mengganti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara menggunakan bahasa Sunda dalam sebuah rapat.

Salah satu pihak yang menuntut Arteria meminta maaf adalah Paguyuban Pasundan.


Ketum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengatakan, pernyataan Arteria Dahlan dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, menyinggung dan melukai masyarakat Sunda.

Atas dasar hal itu, pihaknya menginginkan Arteria segera meminta maaf. Apabila tidak segera dilakukan, dirinya khawatir akan memicu polemik yang lebih besar.

"Kami (Paguyuban Pasundan) ingin agar Pak Arteria Dahlan segera minta maaf kepada masyarakat Sunda untuk menghindari polemik yang lebih besar," ucap Didi, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (19/1).

Selain itu, mantan Rektor Universitas Pasundan (Unpas) itu menyebut Arteria seharusnya mempunyai jiwa patriotisme dan menghormati keanekaragaman di Indonesia, termasuk suku Sunda.

Didi juga menyayangkan pernyataan lontaran sensitif dilontarkan seorang wakil rakyat, yang notabene dipilih oleh rakyat, dalam forum terbuka dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia, dan hal itu sudah dianggap sebagai ucapan rasis.

"Seharusnya anggota dewan paham terhadap sejarah dan perjuangan bangsa serta mengerti tentang kebhinekaan yang tentunya harus dijaga oleh segenap bangsa," paparnya.

"Bukankah Bendera dan Bahasa sudah diatur dalam UUD? Jika bahasa daerah itu dilindungi bahkan dicantumkan juga jika negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Jadi apakah pantas seorang anggota DPR mengemukakan hal yang bertentangan dengan UUD?” tegasnya.

Apabila Ateria bersedia meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Sunda atas kekeliruannya, Didi yakin masyarakat Sunda akan memaafkan. Sebab, masyarakat Sunda sejatinya memiliki sifat silih asih, silih asah, silih asuh.

Dengan demikian, Paguyuban Pasundan tidak ingin fenomena tersebut memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Sebagai Urang Sunda kami akan tetap menjaga NKRI secara utuh dengan persatuan, kesatuan, dan selalu menghargai toleransi," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya