Berita

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati/Repro

Nusantara

Kepala BMKG: Gempa Pandegelang Merusak Rumah di Dua Kecamatan

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gempabumi yang berpusat di Pandeglang, Banten, pada pukul 16.05 WIB, Jumat (14/1), berdampak pada kerusakan rumah warga di dua kecamatan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menerangkan, data kerusakan yang diterima pihaknya masih bersifat sementara.

"Kami mendapat laporan dampak kerusakan pada bangunan di kecamatan Munjul dan Cimanggu, Pandeglang, akibat gempa tersebut," ujar Dwikorita dalam jumpa pers virtual pada Jumat petang (14/1).


Dwikorita mengungkap, kekuatan gempa yang tepatnya terjadi di laut berjarak 132 km barat daya Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 km, sudah diperbaharui.

"Dari hasil analisis BMKG menunjukkan parameter yang terupdate berkekuatan 6,6 magnitudo. Memang yang pertama terbaca 6,7 (magnitudo), kemudian karena lebih banyak data yang masuk menjadi 6,6," paparnya.

Adapun terkait kerusakan yang dialami di dua kecamatan di Pandeglang, Dwikorita menuturkan bahwa intensitas guncangan masuk kategori skala 6 MMI.

"Getaran dirasakan oleh semua orang, dan di daerah ini juga mengakibatkan kerusakan ringan, tembok plester dapat juga lepas. Itu kriteria dari skala 6 MMI untuk tingkat guncangan," katanya.

Lebih lanjut, Dwikorita mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi gempa susulan.

"Rekomendasi di lokasi terdampak agar tetap tenang dan tidak berpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucap Dwikorita.

"Hindari bangunan retak atau rusak dari gempa tadi. Pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan atau tak ada kerusakan yang membahayakan," tambahnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya