Berita

Anggota Komisi III DPR Ahmad M Ali/Net

Politik

Kasus Ferdinand Harus Jadi Pelajaran, Ruang Publik Tidak Boleh Diisi Kebencian dan SARA

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 09:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penetapan tersangka pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka harus menjadi pelajaran penting untuk seluruh masyarakat Indonesia, agar lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media.

Anggota Komisi III DPR Ahmad M Ali mengingatkan bahwa media sosial bukan tempat yang tepat untuk mengeluarkan pendapat pribadi ketika pendapat itu bersinggungan langsung dengan agama orang lain.

"Apalagi di dalamnya terindikasi memuat kebencian dan SARA," kata Ali kepada wartawan, Selasa (11/1).


Menurutnya, ruang publik tidak boleh diisi dengan pendapat-pendapat yang bisa memicu perpecahan dan mematahkan semangat persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Ahmad Ali menekankan bahwa perbedaan merupakan sebuah keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Sementara opini yang memuat kebencian dan SARA bisa mengganggu keinginan untuk tetap bersatu.

“Jangan ada pihak-pihak yang dengan sadar memberikan pernyataan yang dapat menyinggung perasaan orang banyak, apalagi berkaitan dengan agama. Sekali lagi, ini bisa mengancam persatuan kita,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Nasdem itu.

Lebih lanjut, dia merasa yakin Polri tidak mungkin menetapkan Ferdinand sebagai tersangka dan ditahan, jika tanpa ada bukti-bukti kuat unsur pidana dalam cuitan “Allahmu lemah” dari Ferdinand.

Meski demikian, Ali berharap proses hukum yang menjerat Ferdinand yang dilakukan Polri harus memenuhi unsur transparansi, sehingga publik dapat mengetahui perkembangannya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya