Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Itikad untuk Memperpanjang Kekuasaan Bertahan Lama Adalah Penyakit

SENIN, 10 JANUARI 2022 | 16:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para pemimpin harus mulai membiasakan diri bahwa kekuasaan yang dipegang bukan untuk selamanya. Kekuasaan itu bersifat sementara dan akan berakhir pada waktunya.

Atas alasan itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut niat untuk perpanjangan masa jabatan pejabat adalah sebuah penyakit yang berbahaya.

“Itikad untuk memperpanjang kekuasaan dan membuatnya bertahan lama adalah penyakit. Kita harus waspada jika penyakit ini sudah menular dalam pemerintahan. Berbahaya!” ujarnya lewat akun Twitter pribadi sesaat lalu, Senin (10/1).


Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut meminta para penguasa dan masyarakat untuk mengingat bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Untuk itu, apa jabatan yang disandang saat ini harus dikerjakan dengan baik.

“Ujung cerita adalah pensiun atau mati,” tutupnya.

Pada Minggu (9/1), Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia secara gamblang menyebut kalangan pengusaha ingin agar pemilu tahun 2024 diundur.

Penegasan disampaikan saat dirinya memberi tanggapan aras hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait masa jabatan Presiden Joko Widodo ditambah menjadi hingga 2027 akibat pandemi Covid-19.

"Di dunia usaha rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan jauh lebih baik," katanya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya