Berita

Neni Teniah menunjukkan surat damai bermaterai 10.000 yang ditandatanganinya bersama Hadi Tabrani/RMOLLampung

Pertahanan

Kisah Pembuat Kue Curhat di Facebook Dijerat UU ITE, Sudah Berdamai tapi Tetap Disidang

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 14:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Neni Teniah, istri dari seorang penanggung jawab lahan parkir harus menelan pil pahit lantaran berurusan dengan meja hijau usai curhat di Grup Facebook Lapor Bunda Eva, Walikota Bandar Lampung.

Neni dituntut Jaksa Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan pidana percobaan 6 bulan dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 UU ITE karena dianggap telah menghina anggota DPRD Bandar Lampung, Hadi Tabrani di Facebook. Tuntutan itu dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (27/12).

Yang membuatnya heran, ia dituntut jaksa setelah dirinya sudah berdamai dengan pihak yang merasa dirugikan pada postingannya.


"Saya enggak tahu soal UU ITE, itu kan samar-samar, saya posting itu di Grup Bunda Eva untuk lapor saja," kata dia saat dijumpai di kediamannya, Rabu petang (29/12).

Ia menceritakan duduk perkara hingga dituntut dengan pasal UU ITE. Pada bulan April 2021, ia menuliskan curhatan di grup Facebook terkait SPT lahan parkir di Elzatta dan Holland Bakery, Jalan ZA Pagar Alam Kedaton yang dialihkan ke kakak kadung suaminya Hadi, bernama Ismail tanpa konfirmasi.

Suaminya, Farid Kamaral sudah bekerja sebagai penanggung jawab parkir tersebut sejak tahun 2015. Namun, suaminya meninggal Oktober 2020 lalu.

Setelah suaminya meninggal, ibu dua anak ini tetap menerima dan membayar setoran ke UPT Dispenda Kecamatan Labuhan Ratu. Namun, sebelum meninggal, Alm Farid memang membagi lahan parkir untuk Ismail.

"Dikasih yang warung nongkrong dan kedai kopi, tapi suami saya pesan jangan ambil yang dijaga suami karena kalau dia meninggal, biar untuk jajan anak bungsu. Saya cuma ambil setor Rp 15 ribu," kata Neni diberitakan Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (30/12).

Neni yang bekerja sebagai Guru PAUD dan pembuat kue ini mengaku sakit hati lantaran baru dua hari setor ke UPT Dispenda, nama penanggung jawab diganti menjadi Ismail tanpa konfirmasi kepadanya.

"Saya ada nomor WhatsApp-nya Pak Ismail, jadi saya konfirmasi untuk minta fotoin SPT, tapi dia malah marah-marah waktu itu. Saya konfirmasi ke Dispenda, mereka ganti atas rekomendasi Hadi Tabrani yang sudah konfirmasi dengan saya," jelasnya.

Padahal, Neni merasa tidak mengenal Hadi atau pernah berkomunikasi. Setelah itu, barulah ia lewat kakak iparnya menghubungi Hadi via telepon.

Saat itu, Hadi mengaku tak tahu persoalan Neni masih membayar retribusi tersebut. Ada beberapa persoalan yang membuat Neni merasa tidak adil sehingga mencurahkan perasaannya di Facebook.

Persoalan antara dirinya dan Hadi sebenarnya sudah damai sejak laporan di Polda Lampung. Secara resmi, keduanya damai pada 15 Oktober 2021 di Kejari Bandar Lampung dengan menandatangani surat bermaterai 10.000.

"Kajari udah bilang masalah sudah selesai. Tapi dikabarin Jaksa, mereka bilang akan diajukan ke Kejagung, kalau enggak di-acc kita tetap sidang. Saya pede sekali kalau sudah damai bakal di-acc, ternyata enggak," sambungnya.

"Sidang pertama, dakwaan digelar 29 November 2021. Saya dikabarin hari itu jam 9.30 WIB bertepatan dengan wisuda anak saya, jadi saya tidak bisa hadir," lanjut Neni.

Hingga sidang diundur 6 Desember, dilanjutkan sidang kedua 13 Desember, dan sidang tuntutan pada 27 Desember.

Neni kini tinggal menunggu vonis Hakim yang akan dibacakan Senin (3/1) pekan depan. Ia sangat berharap majelis hakim bisa memberikan vonis bebas kepadanya.

"Saya pasrah, mudah-mudahan Hakim bisa membebaskan saya karena persoalan ini sebetulnya sudah selesai. Kami dan Pak Hadi sudah saling memaafkan dan menjalin hubungan baik sampai sekarang," tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya