Berita

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Sri Mulyani Takut Didepak Jokowi, Makanya Penerimaan Pajak 2021 Dibikin Lebay dan Bombastis

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 09:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penerimaan pajak tahun 2021 yang disebut melampaui target APBN 2021 bukan hal yang pantas dibanggakan.

Meski penerimaan pajak mencapai 100,19 persen, namun target yang dipatok dalam APBN Tahun Anggaran 2021 lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jadi kesimpulannya Bu SMI (Sri Mulyani Indrawati) terlalu lebay, terlalu bombastis. Harusnya dijelaskan dong, memang target penerimaan pajak tahun 2021 Rp 1.229 triliun sangat rendah, jadi wajar bila tercapai realisasi 100 persen," kata analis ekonomi Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/12).


Tahun ini, kata Gede, target penerimaan pajak dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding target tahun 2019 sebesar Rp 1.577 triliun, 2018 Rp 1.424 triliun, tahun 2017 Rp 1.283 triliun, tahun 2016 Rp 1.539 triliun, dan tahun 2015 Rp 1.294 triliun.

"Padahal berdasarkan ukuran ekonomi, PDB tahun 2021 (Rp 15.974 triliun, estimasi) lebih besar dari tahun-tahun tersebut. Tahun 2015 Rp 11.540 triliun; 2016 Rp 12.406 triliun; 2017 Rp 13.588 triliun; 2018 Rp 14.837 triliun; dan 2019 15.833 triliun," jelasnya.

Oleh karenanya, target penerimaan pajak yang dibanggakan Sri Mulyani tahun ini seolah-olah sebagai prestasi yang patut dipuji-puji. Hal itu diduga sengaja dilakukan agar tidak terdepak dalam reshuffle Presiden Joko Widodo.

"Jadi mungkin saja ini semua hanya akal-akalan Bu SMI agar selamat dari reshuffle terdekat. Maka sengaja dipasanglah oleh beliau target yang terlalu rendah itu," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya