Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Rapid Test Antigen Dinilai Kurang Sensitif Deteksi Varian Omicron

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 13:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rapid test antigen dinilai kurang efektif untuk mendeteksi infeksi varian baru Covid-19, Omicron.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/12), Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyebut, berdasarkan hasil studi pendahuluan, beberapa rapid test antigen kurang sentisif mendeteksi virus hidup dari varian Omicron.

“Data awal menunjukkan bahwa tes antigen memang mendeteksi varian Omicron tetapi mungkin telah mengurangi sensitivitasnya,” kata FDA, seperti dikutip ANI News.


FDA telah mengatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan program RADx National Institutes of Health (NIH) untuk mengevaluasi lebih lanjut kinerja tes antigen menggunakan sampel pasien dengan virus hidup.

Virus SARS-CoV-2 telah bermutasi dari waktu ke waktu, menghasilkan variasi genetik dalam populasi strain virus yang beredar selama pandemi Covid-19.

Tes molekuler, antigen, dan serologi dipengaruhi oleh mutasi virus secara berbeda karena perbedaan desain yang melekat pada setiap tes.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya