Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Tingkat Kesukaan Ganjar Tinggi, Peluang Menang Pilpres pun Terbuka

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 19:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kans Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk melenggang di pemilihan presiden 2024 terbuka lebar.

Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), tingkat kesukaan publik terhadap Ganjar Pranowo lebih besar dibandingkan nama lain pada simulasi 17 nama yang disurvei.

"Di antara 17 nama, Ganjar paling disukai oleh 86 persen dari yang tahu," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas, Selasa (20/12).


Dari 67 persen responden yang mengenal Ganjar, sebanyak 86 persen responden menyatakan suka.

Dalam simulasi yang sama, jumlah responden yang mengenal Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebanyak 96 persen. Namun, yang menyukai hanya 71 persen.

Dari sisi elektabilitas pun, politisi PDIP itu naik cukup signifikan hingga 100 persen meski berada di posisi kedua dengan 19,2 persen, sedangkan Prabowo unggul tipis dengan 19,7 persen.

"Ganjar kenaikannya sampai 100 persen dari posisi bulan Maret (2021). Maret ini 6,9 persen, Oktober (2020) 7,7 persen, Maret (2021) 8,8 persen dan pada September menjadi 15,8 persen, pada Desember 19,2," lanjutnya.

Untuk Prabowo, elektabilitasnya cenderung stagnan. Pada survei Maret 2020, elektabilitas Menteri Pertahanan itu sebesar 19,5 persen dan kemudian naik menjadi 21,5 persen pada Mei 2021.

Survei SMRC dilakukan pada 8 sampai 16 Desember 2021 dengan responden 2.420 orang. Dari jumlah tersebut, responden yang dapat diwawancarai secara valid sebanyak 2.062.

Margin of error sebesar kurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya