Berita

Penandatanganan MoU LSPR dengan Plan Indonesia dalam rangka mengembangkan Ecopreneurship bagi kaum muda/Ist

Nusantara

Kembangkan Ecopreneurship Bagi Kaum Muda, LSPR Gandeng Plan Indonesia

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 21:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pelatihan dan pendampingan memasuki dunia kerja atau mewujudkan kewirausahaan hijau (ecopreneurship) perlu dilakukan sedini mungkin untuk kaum muda atau mahasiswa.

Langkah ini diperlukan demi mempersiapkan mereka dengan kemampuan kerja yang tepat, sekaligus meningkatkan daya saing kaum muda di masa pandemik Covid-19. Hal ini juga merupakan perwujudan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Oleh sebab itu, LSPR Communication and Business Institute mengumumkan kerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) untuk memberikan dukungan di bidang dunia kerja dan ecopreneurship.


Melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa LSPR, sehingga ketika mereka lulus tidak malah menambah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kelompok umur muda (15-24 tahun). Pada Agustus 2021, sebanyak 9,1 juta orang menganggur di Indonesia. Sementara, TPT usia muda berada di angka 19,55 persen (BPS, 2021).

“Kerja sama antara LSPR Institute dan Plan Indonesia merupakan sebuah upaya nyata untuk membantu kaum muda Indonesia yang terdampak pandemik COVID-19 melalui kegiatan capacity building yang dirancang tepat guna dan tepat sasaran. Diharapkan kaum muda tersebut dapat memperkuat kemampuan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan,” kata Direktur Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat LSPR Rudi Sukandar dalam acara peresmian kerja sama antara Plan Indonesia dan LSPR di Kampus LSPR, Jl K.H Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Rabu (22/12).

Bentuk kerjasama antara kedua pihak ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi kagi kaum muda melalui Wired 4 Work! 2.0 (W4W! 2.0), bagian dari Program Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda Plan Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa LSPR, terutama yang perempuan, dalam memasuki dunia kerja atau menjadi ecopreneur. Implementasi ini diharapkan dapat membantu memberikan alternatif pekerjaan dan bisnis bagi kaum muda, sekaligus mendukung rencana pemerintah untuk mengembangkan green economy dan ekonomi digital.

Pada Mei lalu, pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa bahwa green economy, green technology, juga green product (produk berkelanjutan) harus diperkuat agar Indonesia bisa bersaing di pasar global.

“Plan Indonesia berharap agar kerja sama dengan LSPR ini dapat mendorong sebanyak mungkin kaum muda, terutama perempuan, dalam memperoleh peningkatan kapasitas soft-skills serta ecopreneurship. Sehingga, akan ada lebih banyak kaum muda yang memiliki akses setara dalam memasuki dunia kerja yang layak ataupun membuka usaha hijau yang berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti dalam acara penandatangan MoU tersebut.

Tak hanya merekrut mahasiswa untuk mengikuti pelatihan, bersama-sama, LSPR dan Plan Indonesia akan melakukan training of trainers di bidang soft skill dan ecopreneurship bagi tenaga pendidik atau ahli. Selain itu, LSPR juga memberikan masukan terhadap platform digital yang akan dikembangkan Plan Indonesia, kitakerja.id, demi mendukung implementasi pelatihan yang bisa diakses secara daring dari berbagai wilayah Indonesia.

Menandai awal kerja sama antara LSPR dengan Plan Indonesia, kedua institusi bersama-sama menghadirkan webinar bertajuk ‘Wujudkan Ecopreneur Menguntungkan Bagi Kaum Muda’.

Webinar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mengenai ecopreneurship sebagai alternatif bisnis yang inklusif, setara, menguntungkan, dan membantu menjaga kelestarian alam. Secara keseluruhan, kerja sama antara LSPR dan Plan Indonesia juga diharapkan dapat membantu mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 8 dan 13, yaitu ‘Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Kesempatan Kerja yang Produktif dan Menyeluruh, serta Pekerjaan yang Layak untuk Semua’ dan ‘Mengambil Tindakan Cepat untuk Mengatasi Perubahan Iklim dan Dampaknya’.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya