Berita

Ahli politik dan sosial dari LIPI, Prof Siti Zuhro dalam diskusi Seknas PMP/RMOL

Politik

Di Seknas PMP, Siti Zuhro: Apakah Perempuan Indonesia Sudah Merdeka Secara Substansial?

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 17:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peran perempuan dalam perspektif kebangsaan saat ini masih menjadi pertanyaan bagi kalangan aktivis. Dalam dua periode terakhir, pembahasan tentang perempuan dan politik kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Hal itu disampaikan ahli politik dan sosial dari LIPI, Prof Siti Zuhro dalam acara diskusi Seknas PMP bertema "Kepemimpina Perempuan dalam Perspektif Kebangsaan" di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (22/12).

"Memahami perempuan atau Hari Ibu ini, mari kita memahami secara utuh, tentu ini jangan ditarik dari politik ansih. Tapi ini betul-betul memahami suatu peran penting perempuan dalam konteks dia ada di dalam rumah, di luar rumah, dan di dalam tingkat yang lebih besar makro negara bangsa,” ucap Siti Zuhro.


Siti Zuhro menyampaikan, Indonesia sudah merdeka selama 76 tahun. Dengan posisi perempuan saat ini yang jumlahnya banyak di Indonesia, pasti perempuan memiliki posisi strategis.

“Pertanyaan pentingnya apakah perempuan Indonesia sudah merdeka secara substansial? Sudahkah perempuan memiliki hak yang setara sebagai warga negara? Ini yang kita harus punya empati, kaum perempuan saat ini menduduki status sebagai warga negara kelas dua. Ini realitas,”ujarnya.

Dalam bidang politik, kata Siti Zuhro, perempuan masih sedikit yang terlibat. Di parlemen, perempuan memiliki kuota sebanyak 30 persen, namun angka tersebut tidak pernah melampaui 21 persen.

“Ini apa yang salah? Ini parpol gimana? PDIP partai besar, jadi kita dorong lagi kaum perempuan betul-betul dipertimbangkan, diakomodasi, dimuliakan, dan diperankan maksimal,” katanya.

Pada dasarnya, perempuan memiliki multitasiking yang tinggi. Dari fitrahnya, perempuan juga memiliki empati tinggi dan bisa menjadi pemimpin.

“Hati nuraninya, perempuan itu biasanya detail. Perhatiannya penuh sekali dan ikhlas,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya