Berita

Akademisi Universitas Paramadina, Atnike Sigiro/Net

Politik

Atnike Sigiro: Studi Perempuan dalam Politik Luar Negeri Masih Sangat Marginal

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu gender saat ini sudah mulai disuarakan dalam berbagai forum internasional. Namun, suara-suara tentang gender ini belum banyak ditanggapi serius, baik di sektor regional maupun internasional.

Akademisi dari Universitas Paramadina, Atnike Sigiro menuturkan, ada beberapa faktor penting yang jadi alasan sedikitnya studi yang membahas perempuan.

"Studi yang membahas perempuan dalam politik luar negeri masih sangat marginal. Ada beberapa hal perlu diperhatikan. Pertama, dari representasi aktor, perempuan masih sangat sedikit jika dilihat dari perwakilan Indonesia di negara-negara ataupun lembaga-lembaga internasional atau multilateral,” ucap Atnike saat berbicara dalam diskusi virtual bertema "Evaluasi Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi RI", Selasa malam (21/12).


Menurutnya, dari sekitar 90 lebih Duta Besar Indonesia, hanya 15 di antaranya yang dipercayakan kepada kaum perempuan.

"Artinya perempuan yang berhasil meniti jenjang karier di dunia diplomasi masih sangat sedikit. Meskipun Menteri Luar Negeri RI sekarang adalah perempuan,” imbuhnya.

Alasan kedua, lanjut Atnike, dari segi kerjasama Indonesia pada beberapa lembaga multilateral semisal ASEAN yang hanya 10 negara. Seharusnya, Indonesia bisa lebih bersuara pada persoalan-persoalan gender.

"Lagipula ASEAN sudah memiliki ASEAN Commission on The Promotion and Protection of the Rights of Women and Children (ACWC) di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Tetapi peran lembaga tersebut di ASEAN masih marginal,” jelasnya.

Atnike juga berpendapat, di masa pendemi saat ini perempuan sudah diakui oleh dunia internasional sebagai sosok yang memikul beban lebih banyak di rumah tangga. Dari soal pendidikan anak sampai urusan lainnya.

Alasan ketiga, studi tentang perempuan sangat marginal lantaran Indonesia juga sedang di-assessment perihal kebijakan antidiskriminasi terhadap perempuan yang dilaksanakan oleh PBB di bawah shadow committee.

Alasan keempat, saat ini ILO sedang mendorong negara-negara anggota ILO agar meratifikasi ketentuan No.190/2019 tentang Pelecehan dan kekerasan di dunia kerja. Hal itu juga perlu mendapat perhatian dalam politik diplomasi luar negeri Indonesia.

"Terlebih Indonesia negara yang memiliki banyak pekerja migran perempuan yang sering mengalami kekerasan di luar negeri,” katanya.

"Secara umum isu perempuan dalam politik diplomasi luar negeri masih sangat marginal. Meski di negara-negara lain juga ada yang masih marginal, tetapi ada negara-negara yang sudah lebih maju dalam politik luar negeri terkait isu perempuan,” demikian Atnike.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya