Berita

Gambar tangkap layar video viral yang menunjukkan tumpukan penumpang pesawat yang tidak di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu subuh (19/12)/Repro

Nusantara

Viral Penumpang Numpuk di Bandara Soeta untuk Karantina, Wisma Atlet Penuh Ditawari Isoman Hotel Rp 19 Juta Sehari

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 02:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebuah video viral beredar di berbagai media sosial, yang menceritakan sekaligus memperlihatkan kondisi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, penuh penumpang yang tiba.

Kantor Berita Politik RMOL memperoleh video viral tersebut berdurasi lebih dari 2.30 menit melalui pesan Whatsapp, pada Minggu malam.

Dalam video tersebut terdengar suara seorang ibu-ibu yang merekam kondisi di Bandara Soeta yang dia sebut terjadi pada Minggu subuh (19/12).


"Assalamualaikum, ini pagi jam 4 kita di Bandara Soekarno-Hatta ngantri untuk karantina di Wisma Atlet. Ngantri dari habis maghrib sampai subuh ya," ujar si ibu perekam yang dikutip redaksi pada Senin dini hari (20/12).

Dia juga menceritakan, kondisi para penumpang pesawat yang tiba harus tidur berdiri atau bersandar di tembok untuk menunggu giliran pelayanan petugas karantina Covid-19.

Dia dan para penumpang lain yang sempat dia ajak mengobrol mengaku ditawari layanan hotel karantina. Namun harganya tidak masuk akal, sehingga lebih memlih menunggu lama untuk bisa mendapat pelayanan gratis dari Wisma Atlet.

"Ini masih ngantri panjang, tuh lihat. Ini benar-benar nih pemerintah, penyiksaan kepada rakyat. Karantina di hotel satu orangnya Rp 19 juta. Kalau 22 orang berapa? Lebih mending menderita begini," ketusnya.

Si ibu perekam menyebutkan, para penumpang pesawat yang tiba di Bandara Soeta sebagian besar Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri, dan juga turis yang hendak berlibur ke wilayah ibu kota.

"Kita punya hak mendapat (pelayanan) di Wisma Atlet. Banyak calo-calo membujuk supaya kita di hotel ya Bu, Rp 19 juta satu orang. Gila, benar-benar ini mafianya," keluhnya.

Bahkan si ibu perekam juga menceritakan keluhan dari seorang penumpang bapak-bapak yang sejak sebelum hari dirinya merekam video tersebut sudah menunggu giliran karantina.

"Katanya petugasnya dua melayani 4.000 orang, Edan!" herannya.

"Tolong diviralkan ya, abang-abang, mpok-mpok, kakak-kaka, adik-adik, kasihan ini rakyat kita menderita," tutup si ibu perekam.

Adapun hingga Sabtu (18/12), sejumlah tempat karantina Covid-19 di wilayah sekitar DKI Jakarta sudah penuh dan hampir penuh.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian menerangkan, pada dua hari yang lalu Wisma Atlet Pademangan yang menjadi lokasi karantina bagi WNI sudah full 100 persen dari kapasitas 5.796 bed dari 1.932 kamar.

Selain itu, jumlah WNI yang menghuni tiga tower lainnya di Wisma Atlet yaitu Tower 8, 9 dan 10 sudah terisi full dengan jumlah 2.911 orang laki-laki dan 2.885 orang perempuan.

Kemudian untuk Rusun Pasar Rumput yang juga dijadikan tempat karantina Covid-19 sudah hampir penuh pada Sabtu kemarin. Di mana dari kapasitas 5.454 orang, saat ini sudah terisi 89.18 persen atau terpakai 4.864 orang. Artinya, tinggal tersisa 10,82 persen dari total kapasitas tempat tidur atau sebanyak 590 unit.

Namun di hari yang sama, jumlah total WNI yang pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani karantina berjumlah 616.041 orang WNI, dan yang ditampung di Rusun Pasar Rumput sebanyak 504 orang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya