Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diingatkan untuk tidak maju Pilpres 2024/Net

Politik

Tidak Ingin jadi Ejekan Masyarakat, Arief Poyuono Ingatkan Prabowo Tidak Maju Pilpres 2024

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 20:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diingatkan mantan anak buahnya Arief Puyouno untuk tidak maju lagi dalam pilpres 2024 mendatang.

Arief Poyuono berpendapat, kekalahan di depan mata jika nantinya Prabowo maju disandingkan dengan Puan Maharani.

Arief menyadari dirinya bukan lagi kader Partai Gerindra, dan tidak memiliki kekuasaan atau hak untuk mendorong Prabowo menjadi calon presiden.


Namun demikian, jika di tahun 2024 Prabowo akan dipasangkan dengan Puan maka dinilainya itu hal yang wajar.

"Tapi di yang ada di media hari ini bahwa Prabowo akan berpasangan dengan Puan karena ada koalisi besar. Saya rasa itu sah saja,” kata Arief saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (19/12).

Pihaknya mengingatkan, Prabowo untuk tidak perlu maju lagi menjadi calon presiden. Dalam bacaan Arief Poyuono, tidak mudah bagi Prabowo untuk dapat memenangkan kontestasi Pilpres jika tidak ingin menjadi bahan ejekan masyarakat.

"Kenapa (kalah)? satu sudah ada yang namanya cap tempelan Prabowo tiga kali kalah. Jangan lagi nanti ada kata-kata kita kalah lagi, kita diolok-olok lagi,” ucapnya.

Menurutnya, Prabowo harus memikirkan lebih matang untuk maju lagi menjadi calon presiden. Karena, selama menjadi tim sukses Prabowo, Arief mencermati tidak mudah bagi Prabowo untuk menang.

Apalagi, selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo lebih tidak suka pencitraan dengan bekerja tanpa dilihat publik.
 
“Dia lebih urus Kemhan tidak suka pencitraan, itu kelemahan Prabowo sedangkan yang lain seperti Ganjar Anies AHY Erick Thohir pinter-pinter dia pencitraan dan masih muda,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya