Berita

Refly Harun (paling kanan) saat jadi narasumber acara diskusi Total Politik bertemakan Haruskah Presiden Indonesia Orang Jawa?, Jakarta Pusat, Minggu (19/12)/RMOL

Politik

Refly Harun: PT 20 Persen Hambat Rakyat Cari Calon Presiden Terbaik

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presidential Threshold atau ambang batas presiden sebesar 20 persen dinilai akan menghambat rakyat Indonesia untuk mencari calon pemimpin terbaik di tahun 2024 mendatang.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik Refly Harun dalam acara diskusi Total Politik bertemakan Haruskah Presiden Indonesia Orang Jawa?, Jakarta Pusat, Minggu (19/12).

Refly mengatakan, Indonesia bisa mencari sosok pemimpinnya ke depan dari luar Pulau Jawa. Keyakinan Refly itu didasari bahwa ke depan akan ada perubahan cara berpikir masyarakat Indonesia.


Meski demikian, perubahan cara pandang masyarakat soal pemimpin Indonesia dari luar Jawa tetap akan terhambat jika pemerintah masih bersikukuh terhadap aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

"Persoalannya kita ini PT (presidential threshold) presentase 20 persennya. Itu yang bermasalah karena kita tidak bisa mencari calon presiden terbaik akhirnya,” ucap Refly.

Refly mengaku khawatir jika partai-partai yang terafiliasi koalisi Istana yang jumlahnya 82 persen tersebut bersepakat mengusung dua calon sebagai syarat minimal Pilpres.

Ia mengatakan, perlu ada upaya politik untuk membelah 82 persen partai koalisi tersebut untuk membentuk pasangan calon presiden.

“Satu pasangan Prabowo-Puan satu Airlangga-Muhaimin Iskandar misalnya begitu.  Atau mereka belah tiga, satu Prabowo-Puan, dua koalisi PKB-PPP dan PAN kemudian sisanya Golkar dan Nasdem tetap tiga calon tapi distribusinya adalah koalisi istana saat ini. Kalau itu yang terjadi kita tidak akan punya genuine presidential election,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini seharusnya yang menjadi penting diperbincangkan adalah presidential threshold 0 persen.

Ia menjelaskan, dirinya memperjuangkan ditiadakannya ambang batas untuk mendapatkan pemimpin terbaik.
"Kalau kita serius lebih berdarah-darah lho nanti uang yang kita gelontorkan akan lebih banyak tapi kalau tidak serius boleh, tapi kita tinggal bagi-bagi saja tapi presidennya saya,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya