Berita

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa/Net

Politik

Duet Andika Perkasa-Puan Maharani Muncul Karena Rakyat Bosan dengan Figur Itu Lagi-Itu Lagi

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 11:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Duet Andika Perkasa-Puan Maharani yang turut ramai diperbincangkan jelang Pilpres 2024 dinilai masih sebatas wacana. Keduanya sama seperti duet-duet kandidat lain yang masih belum pasti untuk masuk dalam bursa pencalonan.

"Semua masih wacana. Dan semua masih dihubung-hubungkan saja,” kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/12).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menilai bahwa nama Andika Perkasa muncul karena jabatan yang diemban sekarang sangat vital, yaitu sebagai panglima TNI.


Dalam waktu dekat, Andika Perkasa juga akan segera mengakhiri jabatan tersebut. Karirnya diprediksi akan dilanjutkan ke jalur pilpres.

"Wajar jika Andhika muncul. Dia sedang menjabat sebagai Panglima TNI. Soal cocok dipasang dengan Puan itu bagian dari dinamika politik menghubung-hubungkan saja,” katanya.

Di satu sisi, Ujang menilai bahwa Andika maupun Puan Maharani harus terlebih dahulu menaikkan elektabilitas mereka sebelum menyatakan diri maju Pilpres 2024. Sebab untuk menjadi pasangan, keduanya masih dihadapkan pada tingkat keterpilihan yang sama-sama minim di masyarakat.

Peluang untuk Andika Perkasa muncul lantaran masyarakat sudah bosan melihat calon presiden dan wakil presiden yang itu-itu saja.

"Yang melatarbelakangi munculnya pasangan tersebut, karena masyarakat butuh figur baru. Karena selama ini yang muncul itu lagi, itu lagi,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya