Berita

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Bantah Rekayasa Dukungan untuk Sandiaga Uno, Koordinator Ijtima Ulama dan PII: Murni Aspirasi Keumatan

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 03:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia (PII) membantah tudingan rekayasa dukungan untuk Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Koordinator Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia, Arif Fahrudin mengatakan, dukungan tersebut murni aspirasi keumatan.

Kata dia, sudah hal biasa jika para ulama dan pemuda Islam membicarakan berbagai hal kebangsaan. Salah satunya terkait dukungan Ijtima Ulama untuk Sandiaga Uno, yang merupakan pandangan terbaik.


“Saya tidak paham dengan pernyataan rekayasa. Ini benar-benar aspirasi keumatan pimpinan para ulama, kiai, dan pemuda Islam bahwa sosok Sandiaga adalah pemimpin yang pas di masa mendatang,” kata Arif Fahrudin dalam keterangannya, Sabtu (18/12).

Menurutnya, Sandiaga dipilih karena mewakili sosok milenial yang bijaksana, tidak memiliki masalah keagamaan, terbuka dengan para ulama hingga santri. Bahkan, dinilai juga memiliki pengalaman politik yang cukup.

“Sandiaga selama ini terbuka dengan para ulama dan santri. Programnya pun menyasar para santri. Itu yang membuat ulama dan pemuda islam menilai Sandiaga bisa diterima semua kalangan,” terangnya.

Lanjut Arif, deklarasi aspirasi ulama untuk mendukung Sandiaga saat ini sudah dilaksanakan di dua provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Ke depannya, bisa saja aspirasi tersebut berkembang ke seluruh Indonesia.

“Barangkali animo dan kontribusi pemikiran kiai serta pemuda Islam bisa saja se-Indonesia. Kita lihat saja perkembangan aspirasinya,” pungkasnya.

Forum Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia (PII) mendeklarasikan dukungan kepada Sandiaga untuk maju menjadi Calon Presiden (Capres) pada 2024. Dukungan tersebut sudah digelar di dua provinsi yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya