Berita

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru/RMOLSumsel

Nusantara

Songket Diklaim Malaysia, Kadisbudpar Sumsel: Itu Tanggung Jawab Kemendikbud RI

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 01:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kain Songket yang merupakan ciri khas budaya Sumatera kini diklaim Malaysia sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kemanusiaan. Hal ini mendapat pengakuan langsung dari United Nasional Educational, Scirentific, and Cultural Organization (UNESCO).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, untuk mendapatkan pengakuan UNESCO tentunya harus ada proses.

Namun, pihaknya telah berupaya mendaftarkan songket sebagai WBTB di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bahkan, telah mendapatkan sertifikasi pada tahun 2013.


Menurutnya, apakah diakui UNESCO atau tidak, bukan menjadi tanggung jawab pihaknya lagi melainkan tanggung jawab nasional.

"Itu tanggung jawab Kemendikbud," katanya, Sabtu (18/12).

Meski demikian, masyarakat Sumsel tidak perlu resah dengan klaim Malaysia atas Songket. Menurutnya, yang terpenting yaitu mutu Songket Sumsel harus dipertahankan.

Karena, apalah arti sebuah nama yang terpenting yaitu mutu dari songket itu sendiri. Apalagi, banyak orang tahu kalau Songket Palembang lebih baik dari Songket lain seperti songket bangsa melayu.

"Mereka pakai baju melayu, itu mereka langsung pakai Songket jadi wajar-wajar saja kalau mereka mengklaim,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menambahkan, Songket Malaysia itu sangat sederhana dan tentu bisa saja mendaftarkannya ke UNESCO. Meski demikian, songket Sumsel khususnya Palembang sendiri memiliki kualitas dan kuantitas lebih. Karena itu, klaim Malaysia ini seharusnya dijadikan kompetisi, bukan untuk menghujat dan lain sebagainya.

"Jadi Songket Sumsel ini harus dipelihara, ditingkatkan kualitasnya," tegasnya.

Menurutnya, Pemprov Sumsel sendiri tidak bisa mendaftarkan ke UNESCO terkait songket tersebut mengingat lembaga PBB itu merupakan bagian dunia. Sehingga, harus dilakukan di tingkat pusat.

"Boleh saja orang klaim datang dari mana tapi sebenarnya yang berkualitas baik dan berkuantitas banyak itu ada di Sumsel terkhusus di Palembang, saya analogikan dengan cerita lain  sate misalnya dimanapun kita ketemu sate tapi Tegal itu mengklaim sate dari Tegal, memang kita harus emosi. Palembang bisa buat sate bahkan  lebih lezat, ya kita klaim sebagai sate Palembang,” jelasnya,

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak emosi dan terbawa perasaan. Justru ini menjadi pemacu kita untuk bersaing.

"Sederhana sekali Songket Malaysia itu, tidak ada apa-apanya dengan Songket kita, baik variannya, jenisnya, setiap gambar  itu mengandung arti misalnya pucuk rebung dan sebagainya, sama juga dengan batik,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya