Berita

Kaesang Pangarep dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jika Jokowi Tidak Jelaskan Sumber Uang Saham Kaesang, Muslim Arbi: KPK Wajib Usut karena Dicurigai Hasil Gratifikasi

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap harus ikut menjelaskan asal usul uang yang digunakan anaknya, Kaesang Pangarep, untuk memborong saham perusahaan frozen food senilai Rp 92 miliar.

"Jokowi harus menjelaskan dari mana Kaesang, puteranya, bisa memborong saham Rp 92 miliar. Karena Kaesang itu putera Presiden, maka Jokowi wajib menjelaskan dari mana asal usul saham Kaesang Rp 92 miliar itu," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis siang (16/12).

Karena, lanjut Muslim, jika Jokowi hanya diam dan tidak menjelaskan kepada publik, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wajib mengusut tuntas asal-usul uang tersebut.
 

 
"Karena saham itu bisa diduga sebagai hasil gratifikasi. Kalau KPK takut usut saham puluhan miliar Kaesang itu, ini bencana bagi KPK," pungkas Muslim.

Kaesang Pangarep diketahui telah memborong saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) senilai Rp 92 miliar pada 11 November lalu.

Hal ini kontan memicu banyak pertanyaan publik, terutama terkait sumber dana yang digunakan Kaesang untuk membeli saham hampir Rp 100 miliar tersebut.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya