Berita

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira/RMOLJabar

Politik

Soal Preshold Nol Persen, PDIP Jabar: Budaya Coba-cobanya Harus Dibenahi Dulu

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 16:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Harapan Ketua KPK, Firli Bahuri, bahwa ambang batas pencalonan atau threshold menjadi nol persen dinilai PDI Perjuangan Jawa Barat akan memicu orang untuk berbondong-bondong mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau legislator.

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira menjelaskan, berdasarkan data yang dipresentasikan Firli Bahuri ke DPRD Jabar beberapa waktu lalu, justru tidak banyak kepala daerah yang melakukan tindak pidana korupsi.

"Malah (korupsi) paling banyak dilakukan di lingkungan ASN, DPRD, dan pihak swasta. Karena itulah yang paling banyak jumlahnya sesungguhnya. Tiga besarnya itu," ungkap Yunandar kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (15/12).


Menurutnya, alasan yang dipaparkan Firli bahwa bahwa penyebab korupsi kepala daerah adalah biaya tinggi dari kontestasi kurang tepat. Sebab, lingkungan yang tidak memakai sistem threshold atau ambang batas tetap ada korupsi.

"Tidak tepat kalau alasannya itu. Mungkin ada alasan lain yang lebih tepat. Artinya masalah batas ambang ini harus dilihat dasar awalnya," tuturnya.

Ditambahkan Yunandar, karakter bangsa ini jika batas ambang menjadi nol persen atau diturunkan maka semua orang mencalonkan diri walaupun tidak mempunyai partai politik (parpol).

Dirinya mengaku telah bertemu dengan orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi sebagai kepala daerah tapi setelah disurvei popularitasnya kecil sekali.

"Karakternya seperti coba-coba. Jangankan elektabilitas, popularitas saja kecil. Itu ternyata banyak di kita, yang merasa sangat percaya diri bahwa dia itu cocok dan dikenal oleh masyarakat untuk menjadi kepala daerah," jelasnya.

"Budaya itu dulu yang harus dibenahi menurut saya," sambungnya.

Lebih jauh lagi, imbuh Yunandar, jika batas ambang menjadi nol persen atau diturunkan juga akan merepotkan KPU dan masyarakat karena banyaknya calon. Sehingga, cara tersebut tidak efisien bagi demokrasi.

Padahal, di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat terus melakukan efisiensi, walaupun tidak melalui sistem tetapi dengan kultur. Sehingga, Pilpres Amerika Serikat sangat realistis dengan Capres paling banyak hanya tiga kontestan walaupun terdapat ambang batas presidensial.

"Sebenarnya di Amerika partai politiknya tidak hanya Partai Republik dan Demokrat. Ada juga beberapa partai seperti Partai Independen, Hijau, dan Komunis," ucapnya.

"Tapi mereka mereka sangat realistis. Kalau memang tidak populer dan didukung partai besar ya enggak usah nyalon. Sikap seperti itu tidak ada di Indonesia. Semua orang merasa layak menjadi kepala daerah maupun presiden," demikian Yunandar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya