Berita

Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PKB Nasim Khan/Net

Politik

Jadi Penentu Kemenangan di Pilpres 2024, PKB Target 100 Kursi DPR RI

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 20:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Target pemenangan pada Pemilu Serentak 2024, khususnya dalam pemilihan legislatif (Pileg), sudah dipatok Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PKB Nasim Khan menyatakan, partai yang dipimpin oleh Abdul Muhaimin Iskandar ini menaruh optimistisme, karena menargetkan 100 kursi di DPR RI.

Menurutnya, target tersebut menjadi penentu kemenangan di kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) pada tahun Pemilu 2024 mendatang.


"Insya Allah kita 100 kursi. PKB merupakan partai yang selalu melahirkan calon pemimpin bangsa dan penentu pemimpin bangsa," kata Nasim dalam keterangan tertulisnya pada Senin (13/12).

Nasim menuturkan, PKB sebagai partai politik berideologi religius nasionalis yang dilahirkan oleh para kiai, ulama dan masyayikh Nahdlatul Ulama (NU), salah satunya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan didirikan atas usulan warga NU di seluruh pelosok Indonesia, menjadi wadah bagi 91 Juta warga Nahdliyin dalam menyampaikan aspirasinya.

Selain itu, didapuknya Abdul Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB menjadi representasi politik kalangan santri, para kiai, ulama dan jutaan santri.

"Insya Allah puluhan jutaan santri dan alumni siap dan solid mendukung," tegasnya.

Lalu, PKB memiliki kader yang sangat militan diseluruh Indonesia, bahkan dibeberapa negara.

"PKB memiliki kader ideologis dan militan dihampir 75 ribu desa, lumbung suara kami sudah sangat jelas, insha alloh kami tetap bisa menjadi penentu," katanya.

Selanjutnya, Nasim juga memastikan para kader PKB memiliki cita-cita yang berkualitas, dan selalu memperjuangkan kepentingan serta nasib kalangan pesantren, masyarakat pedesaan, petani, nelayan dan masyarakat kecil lainnya.

Selain itu, seluruh unsur PKB bakal mendorong pemerintah dan BUMN agar memprioritaskan program-programnya untuk kalangan pesantren, mendorong pemerintah agar memudahkan pedagang kecil dan UMKM dalam mengakses permodalan, serta mendorong agar pelaku UMKM diberikan fasilitas penjualan ditempat yang strategis, menolak impor beras, dan juga meminta kebijakan kenaikan pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perikanan dibatalkan.

Kemudian, PKB juga berhasil melahirkan Hari Santri Nasional sehingga lahir Undang-Undang Pesantren dan Dana Abadi Pesantren.

Ditambahkan Nasim, Meski partainya berbasis NU tetapi, PKB merupakan partai yang sangat terbuka. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah anggota yang berasal dari luar NU, bahkan beberapa kader memiliki latar belakang agama yang bukan Islam. PKB juga merupakan partai yang bersifat kejuangan, kebangsaan, terbuka, dan demokratis.

Oleh sebab itu, siapapun yang ingin berjuang menjadi pelayan rakyat dan membangun serta memajukan bangsa dan negara, PKB akan selalu siap menerimanya, asalkan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan pancasila.

"Siapa saja dan umat dari mana saja yang merasa ideologi dan perjuangannya cocok dengan PKB, kami akan menerima dengan pintu terbuka. PKB bukan partai yang elitis dan milik golongan tertentu, PKB merupakan partai yang merangkul semua kalangan, siapa saja bisa masuk ke PKB asal sejalan dengan visi misi dan cita-cita PKB," tutur Wakil Bendahara Umum PKB ini.

Terakhir, masih kata Nasim, PKB memiliki pengalaman dan mental sebagai pemenang di Pemilihan Presiden sejak partai ini dilahirkan. Apalagi, saat ini, internal PKB sangat solid dibawah satu komando.

"Siapapun calon presiden yang kami dukung, terbukti selalu keluar sebagai pemenang, sejarah selalu mencatat PKB sebagai penentu kemenangan Pilpres," ujarnya.

Atas hal itu, Nasim optimis partainya akan meraih suara hingga 100 kursi DPR RI dan berhasil mengantarkan Ketumnya sebagai Presiden di tahun 2024 - 2029.

"Sangat optimis meraih 100 kursi di senayan (DPR RI) dan saatnya memenangkan Gus Muhaimin Sebagai Presiden 2024" demikian Nasim Khan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya