Berita

Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Johnny G Plate/Net

Politik

Bicara Koalisi, NasDem Ingin Gabung Parpol-parpol yang Lanjutkan Pembangunan Jokowi

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Konstelasi politik menuju Pemilu 2024 telah menghangat. Partai politik mulai melakukan penjajakan dan menjalin komunikasi untuk menyusun strategi koalisi yang tangguh, agar bisa melanjutkan pembangunan pasca pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebagai salah satu parpol koalisi pemerintahan Jokowi, Partai Nasional Demokrat (NasDem) berkeinginan membangun koalisi bersama parpol yang sejalan dengan arah pembangunan yang telah dibuat oleh Presiden Jokowi.

"NasDem tentu mempunyai persyaratan utama, yaitu kontinuitas pembangunan nasional," ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Johnny G Plate, di sela-sela Rapat Koordinasi Wilayah Partai Nasdem Nusa Tenggara Timur, Senin (13/12),


Nasdem, tegas Johnny, ingin memastikan kontinuitas pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik. Sebab pihaknya melihat perjuangan era Jokowi dilakukan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Sehingga menurutnya, Pemilu yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang bukan sekadar sirkulasi dan pergantian kepemimpinan semata, melainkan kontinuitas pembangunan yang menuju pada pembangunan yang jauh lebih bagus.

"Kita akan menentukan kriteria pemimpin yang mampu meneruskan kontinuitas pembangunan yang landasannya sudah diletakkan dengan baik oleh pemerintahan Pak Joko Widodo dan Kyai Ma'ruf Amin, serta Pak Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dalam dua periode pemerintahan itu," tandasnya.

Bagaimana mencari pemimpin yang sesuai dengan ketegori Nasdem? Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu menyatakan bahwa Partai NasDem telah menyampaikan gagasan konvensi sebagai salah satu model rekrutmen pemimpin nasional.

Akan tetapi, lanjut Johnny, konvensi hanya dilakukan jika terpenuhinya prasyarat dasar, yaitu presidential threshold atau ambang batas pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden.

Namun demikian, Johnny menegaskan bahwa saat ini proses untuk mencari figur pemimpin masa depan masih cair dan dinamis. Sehingga sekarang NasDem masih terus membangun komunikasi politik baik dengan parpol maupun organisasi masyarakat.

"Terkait dengan figur calon, itu proses politik yang dinamis> Karena itu, sekali lagi akan dilihat dalam tahapan-tahapan konfigurasi politik," imbuhnya.

Mantan anggota Komisi XI DPR ini juga menegaskan komitmen manifesto politik Partai Nasdem untuk menjaga nilai-nilai demokrasi yang ada saat ini.

Partai NasDem sebagai garda dan pengawal sirkulasi demokrasi Indonesia melalui keikutsertaannya dalam kontestasi pemilihan umum legislatif 2024, pemilihan presiden 2024, dan pemilihan kepala daerah 2024.

Sejauh ini, jelas Johnny, NasDem telah mengambil bagian dalam dua kali pemilihan legislatif dan pemilihan presiden serta serangkaian pemilihan kepala daerah yang hasilnya sukses menggembirakan.

Untuk itu, rapat koordinasi wilayah yang tengah dilakukan NasDem di berbagai daerah akan melakukan evaluasi detail untuk menentukan arah dan strategi operasional politik.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya