Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/RMOL

Politik

Demokrat: Ambang Batas Presiden 20 Persen Sudah Ketinggalan Zaman

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 23:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ambang batas presiden atau presidential threshold yang diusulkan 20 persen pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kurang disenangi oleh sebagian partai politik.

Salah satunya, Partai Demokrat. Demokrat menilai ambang batas presiden 20 persen sudah ketinggalan zaman alias kudet.

Begitu yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, mengenai ambang batas presiden 0 persen sebagaimana diwacanakan Firli Bahuri, Minggu (12/12).


"Bagi Demokrat, ambang batas presiden 20 persen sudah ketinggalan zaman, sudah kudet/kurang update, dan tidak relevan. Karena aturan itu dibuat ketika pileg dilakukan sebelum Pilpres, tepatnya jelang pemilu 2009. Sehingga, kalau dulu masih masuk akal, kekuatan politik terkini yang tercermin di raihan kursi parlemen di tahun yang sama, digunakan sebagai dasar untuk bisa mengajukan calon presiden,” ucap Herzaky.

Dia mengatakan, sejak 2019 pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dilakukan secara serentak. Menurutnya, sangat tidak relevan lagi jika harus ada ambang batas 20 persen.

"Sedangkan sekarang, sejak 2019, Pileg dan Pilpres dilakukan serentak. Sangat tidak relevan dan tidak masuk di akal, kalau mengajukan calon presiden menggunakan raihan suara di parlemen lima tahun lalu,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Herzaky, wajar saja jika pertanyaan besar mengemuka yang menyampaikan mbang batas presiden yang sudah tidak lagi relevan untuk diterapkan saat ini.

“Mengapa ngotot untuk dipertahankan? Banyak pihak menilai, mempertahankan ambang batas presiden sebesar 20 persen padahal sudah tidak relevan lagi, hanyalah untuk melanggengkan oligarki dan menghalang-halangi calon-calon pemimpin nasional potensial untuk ikut berlaga dalam kontestasi pilpres,” ujarnya.

Padahal, kata Herzaky, semakin banyak calon yang bisa ikut bertarung di Pilpres 2024, akan semakin baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Rakyat punya semakin banyak pilihan.

Ia berpendapat Indonesia membutuhkan pemimpin nasional yang berkualitas. Dengan demikian, demokrasi Indonesia semakin sehat.

"Karena mendapatkan pemimpin nasional yang lahir dari iklim kompetisi yang sehat, jujur, dan adil, dengan ruang yang terbuka lebar bagi putra-putri terbaik bangsa ini untuk ikut dalam kontestasi calon pemimpin nasional,” tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya