Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

Preshold Harus Nol Persen, Demokrat: Pandangan Firli Sama dengan Kami

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 21:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang menginginkan agar ambang batas presiden atau presidential threshold nol persen dan juga mahar politik nol rupiah guna meminimalisir terjadinya praktik money politik dalam pemilu dan juga para tokoh bangsa bisa mengikuti kontestasi pemilu mendapat dukungan.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang benar-benar berkualitas yang lahir dari iklim politik yang sehat.

"Mungkin atas dasar ini pula, Ketua KPK berpandangan sama dengan kami, jika ambang batas presiden 20 persen sebaiknya ditinjau kembali,” kata Herzaky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/12).


Terkait harapan Firli Bahuri agar mahar politik nol rupiah, Demokrat berpandangan hal itu sangatlah tepat. Pasalnya, jika hal itu betul-betul terwujud bisa menghancurkan praktik politik uang di lapangan yang kebanyakan bisa menimbulkan budaya korupsi.

"Bahkan, Ketua KPK Firli dengan tegas meminta nol persen. Karena mempertahankan ambang batas presiden setinggi ini padahal sudah tidak relevan, sepertinya menimbulkan kecurigaan dari Ketua KPK kalau ini bagian dari upaya melanggengkan praktik-praktik kotor dalam politik yang mengarah kepada korupsi atau money politics,” ucapnya.

Menurutnya, semakin banyak unsur masyarakat dan lembaga negara yang menyuarakan perlunya peninjauan kembali ambang batas presiden, akan semakin baik.

"Petanya akan semakin terbuka, mana kelompok-kelompok pro oligarki, dan mana kelompok-kelompok yang memang reformis dan pendukung demokrasi,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya