Berita

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menyaksikan vaksinasi/Net

Politik

Daerah yang Tidak Capai Target Vaksinasi akan Ditegur

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 15:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Program vaksinasi dalam rangka menekan sebaran virus Covid-19 terus dilakukan pemerintah. Daerah yang tidak memenuhi capaian 70 persen hingga akhir tahun akan diberikan surat teguran.

Begitu kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, di Kendari, Sabtu (11/12).

Acara ini turut dihadiri Gubernur Sultra Ali Mazi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, dan sejumlah pejabat lain.


”Kami mengharapkan daerah untuk melakukan percepatan-percepatan agar target bisa tercapai dalam tiga minggu ke depan,” ujar Tito.

Berdasarkan hasil koordinasi di Sultra, ditemukan sejumlah hambatan dan kendala yang dihadapi. Mulai dari ketersediaan vaksin di wilayah, distribusi, hingga anggaran. Kendala ini dicoba untuk diatasi dengan berbagai upaya teknis dan strategi.

Misalnya, vaksin diarahkan untuk terus didistribusikan ke setiap daerah. Pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan daerah dalam melakukan vaksinasi setiap hari. Hal tersebut untuk mencegah vaksin terbuang atau kedaluwarsa.

Pada Oktober lalu, di Dinas Kesejatan Sultra ada 1.100 dosis vaksin yang kedaluwarsa, sementara beberapa daerah masih kekurangan vaksin.

Ketersediaan vaksin di provinsi juga tergolong kurang, yaitu sekitar 200 ribu dosis, dengan target tersisa lebih dari 1 juta orang. Pemerintah pusat melalui Kemenkes akan mengirimkan 600 ribu dosis vaksin ke Sultra dalam waktu dekat.

Pemerintah daerah, sambung Tito, bisa menggunakan anggaran penanganan Covid-19 yang telah dialokasikan sebelumnya. Sejumlah terobosan juga diperlukan, khususnya dalam mengumpulkan masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi.

”Bagi daerah yang berhasil melakukan percepatan dalam tiga pekan ini, kami akan undang ke Jakarta dan sebarluaskan informasinya. Sementara daerah yang tidak berhasil (capai target), kami akan tegur,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya