Berita

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono/Net

Politik

Ternyata DPD RI Sempat Berharap DPR Revisi UU Pemilu Demi Presidential Threshold 0 Persen

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 09:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mayoritas masyarakat di luar partai politik menghendaki agar presidential threshold dihapus. Namun demikian, keinginan itu harus terbentur dengan peraturan yang ada.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengurai bahwa di luar kekuatan parpol, masyarakat menghendaki presidential threshold 0 persen.

“Tetapi koridor aturan sudah dipagar, baik di konstitusi kita UUD 45, maupun UU Pemilu,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/12).


Demi mengabulkan cita-cita ambang batas presiden 0 persen, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah melakukan revisi UU Pemilu. Namun, keinginan tersebut langsung ditolak mentah oleh hampir seluruh fraksi di DPR RI.

Semula, sambung Nono, DPD RI sempat berharap DPR akan melakukan revisi. Namun, seluruh fraksi koalisi pemerintah menolak untuk membahas revisi UU Pemilu tersebut.

“Tadinya kita berharap Komisi II berinisiasi untuk melakukan revisi (UU Pemilu) tetapi ternyata ditarik kembali, kita paham lah siapa di belakangnya,” katanya.

Jalan keluar kedua untuk memperjuangkan PT 0 persen yakni melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK). Atas alasan itu, dua anggota DPD RI melakukan judicial review ke MK agar presidential threshold menjadi 0 persen.

"Yang kedua melalui MK, judicial review kalau ini bisa dilakukan maka akan lain. Namanya juga perjuangan kita harus optimis kira-kira begitu,” demikian Nono.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya