Berita

KH Marzuki Mustamar/Net

Politik

Dukung Marzuki Mustamar Jadi Caketum PBNU, Ulama Jatim Ingin Muktamar Lepas dari Kepentingan Politik

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 02:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para gawagis ulama Jawa Timur tak hanya menyatakan dukungan mereka kepada KH Marzuki Mustamar sebagai calon Ketua Umum PB NU. Mereka juga menyatakan sikap terkait pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 23-25 Desember 2021 mendatang.

Ada  sikap yang ditegaskan para ulama Jawa Timur ini. Pertama, mendukung penuh pelaksanaan Muktamar ke-34 di Lampung yang damai dan sejuk tanpa ada campur tangan kekuasaan dan kepentingan politik, serta bebas dari proses negosiasi transaksional yang tidak sesuai dengan ciri khas akhlakul karimah warga NU dalam menentukan pimpinan.

Kedua, memohon kepada Rais am terpilih pada Muktamar ke-34 di Lampung untuk menimbang, menolak, membatalkan calon yang telah atau jika terbukti melakukan praktik yang tidak sesuai dengan melakukan intimidasi politik maupun transaksional, mempengaruhi konstituen baik PW maupun PC agar pemilih kepada salah satu calon yang dimaksud.


"Ketiga, meminta dan menegaskan kepada almukarom drs KH Marzuki Mustamar, untuk bersedia maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dan siap berkhidmat untuk kepentingan NU ke depan jika terpilih dalam ke-34 di Lampung demi terciptanya suasana NU yang lebih santun, bermartabat dan berbudaya akhlakul karimah," terang Pengasuh Pondok Pesantren Metal Moeslim Al Hidayat yang sekaligus koordinator acara deklarasi dukungan, KH Nurkholis Almaulani, Sabtu (11/12).

Kemudian, yang keempat, memanggil hati nurani kepada seluruh konstituen atau pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar sesuai kaidah yang telah diamanatkan NU, tanpa ada unsur paksaan dari manapun yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan di hadapan para muaziz, pendiri Nahdlatul Ulama.

"Kelima, dengan berlandaskan aqidah Aswaja an-nahdliyah serta ciri khas Islam nusantara, diharapkan kepada semua pihak untuk mentaati segala keputusan dari hasil Muktamar NU ke 34 di Lampung dengan hati yang ikhlas ridho dan tawadu," tambahnya.

Dengan dikeluarkannya deklarasi dukungan terhadap KH Marzuki Mustamar ini, para gawagis berharap agar organisasi NU bisa selamat dari perbedaan paham politik, uang dan kekuasaan.

"Kita pingin NU netral dari itu semua. Karena NU ini didirikan bukan untuk politik bukan untuk kekuasaan, tapi untuk khidmad seluruh umat beragama dan untuk kehidupan yang lebih baik bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan dan politik," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya