Berita

Dari kiri ke kanan Joko Widodo, Rizal Ramli, dan Adhie Massardi dalam sebuah pertemuan beberapa tahun lalu./Ist

Politik

Ini Bocoran Adhie Massardi untuk Jokowi Tangkis Sindiran Rizal Ramli

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 21:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perhelatan Kongres Ekonomi Umat Ke-2 Majelis Ulama Indonesia tahun ini sangat menarik menurut mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie M Massardi.

Karena dia melihat pada momentum itu ada dialektika politik tingkat tinggi, antara orang Nomor satu di republik ini, Presiden RI Joko Widodo, dengan ekonom nomor satu di negeri ini, ialah Rizal Ramli.

Pada pembukaan Kongres Ekonomi Umat ke-2 MUI di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta Selatan pada Jumat kemarin (10/11), saat memberikan sambutannya Jokowi menebar optimisme luar biasa.


Mantan Walikota Solo itu menuturkan, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia Indonesia akan segera menjadi pusat ekonomi syariah. Bahkan dia meyakinkan publik bahwa kelak pada 2040-2045 pendapatan per kapita rakyat Indonesia kurang lebih 23.000-27.000 dolar Amerika Serikat.

Pada hari ini, Sabtu (11/12), di tempat dan forum yang sama, Rizal Ramli menyindir pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Kalau ini mah PHP (pemberi harapan palsu) saja kali. Jangan ngibul kebablasan di forum mulia MUI dong!" kata Menko Ekuin era pemerintahan Gus Dur ini.

Sindiran Rizal Ramli bahwa Joko Widodo hanya PHP, terkait pernyataan pendapatan per kapita rakyat Indonesia 23.000-27.000 dolar Amerika Serikat pada 2040-2045, tentu saja berdasarkan fakta yang nyata.

Karena, tahun lalu saja (2020) pendapatan per kapita Indonesia anjlok dari 4.050 dolar Amerika Serikat (2019) menjadi hanya 3.870 dolar Amerika Serikat.

Sehingga Rizal Ramli mengkalkulasi, untuk melipatgandakan pendapatan menjadi 6-7 kalinya tentu harus kerja ekstra super keras, dengan pembenahan bukan hanya di sektor ekonomi, tapi di banyak sektor yang saat ini kesemuanya kedodoran.

Menurut Adhie M Massardi, kalau Presiden Joko Widodo sungguh-sungguh ingin merealisasikan apa yang dikatakannya di forum Ekonomi MUI itu, sehingga bisa membuat Rizal Ramli tersipu-sipu, mudah saja.

Dia senada dengan Rizal Ramli yang menyatakan bahwa untuk mencapai angka 23.000-27.000 dolar Amerika Serikat pada 2040-2045, maka perekonomian RI harus tumbuh 7,5-8,5 persen setiap tahun, secara konstan, dan itu harus dimulai pada 2022 yang tinggal menghitung hari.

"Ini memang seperti film mission impossible alias 100 persen PHP," kata Adhie kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu malam (11/12).

Tapi kalau Joko Widodo benar-benar ingin melaksanakan apa yang dikatakannya tersebut, Adhie tak akan canggung memberikan bocoran idenya, yang dipastikan tidak memerlukan kerja keras seperti yang digambarkan Rizal Ramli.

"Cukup Joko Widodo mengundurkan diri sebagai presiden, percepat pilpres dengan presidential threshold nol (zero) persen, dan perbaiki sistem pemilu dan seluruh jajaran KPU," katanya.

"Dengan demikian akan lahir pemimpin dengan integritas dan kapasitas yang jelas, yang bukan tukang ngibul," tegas Adhie.

Apabila ini terjadi, dia memprediksi akan ada kepastian hukum dalam berbisnis.

"UU Cipta Kerja, meskipun masih berlaku hingga dua tahun ke depan, tapi karena sudah dinyatakan inkonstitusional Hakim Konstitusi pasti bikin investor ketar-ketir," tuturnya.

Maka dengan kepemimpinan yang lebih bermoral dan demokratis serta memahami persoalan bangsa, Adhie yakin buzzeRp yang selama ini mendapat angin untuk menciptakan keadaan sosial eksplosif, akan terkubur akan sirna.

"Sehingga masyaraat akan kembali hidup akur. Jadi cukup dengan menyatakan mundur sebagai presiden, insya Allah apa yang dianggap sebagai PHP-Joko Widodo akan jadi kenyataan," katanya.

"Dan ini bisa membuat Rizal Ramli tersipu-sipu," imbuh Adhie menegaskan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya