Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat menjadi pembicara Silaturahmi Nasional dan Bimbingan Teknik Para Kader dan Anggota Dewan dari Partai Perindo di MNC Tower/Net

Politik

Di Hadapan Kader Perindo, Firli Bahuri: Demokrasi Seharusnya Jadi Mimpi Buruk Para Koruptor

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 18:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ada alasan kuat di balik pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menekankan untuk bersatu padu membangun budaya antikorupsi. Pernyataan tersebut bahkan dia sampaikan langsung di hadapan Presiden Joko Widodo saat Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

Saat menjadi narasumber pemberantasan korupsi dalam acara Silaturahmi Nasional dan Bimbingan Teknik Para Kader dan Anggota Dewan dari Partai Perindo di MNC Tower, Firli Bahuri kembali memberi penegasan serupa.

Firli Bahuri yakin korupsi yang melilit bangsa sesungguhnya bisa diselesaikan dengan tuntas. Syaratnya, semua anak bangsa ambil peran dalam orkestra pemberantasan korupsi.


“Orkestra yang dipimpin Presiden RI harus menyasar kepada setiap kamar kekuasaan. Kamar legislatif, kamar eksekutif, dan kamar yudikatif,” ujarnya.

Dia mengurai, di kamar kekuasaan eksekutif, di sanalah terbanyak anggaran terdistribusikan dan menumpuk. Hukum besi menyatakan bahwa di mana kekuasaan, kesempatan, dan tumpukan uang, maka di sana akan terjadi korupsi.

Firli Bahuri lantas mengutip kalimat terkenal dari Lord Acton “power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely”.

“Jadi di situlah masih sering terjadinya korupsi,” tegasnya.

Di satu sisi, Firli Bahuri yakin bahwa korupsi masih ada bukan karena hukuman kurang berat, bukan juga karena koruptor tidak dimiskinkan.

Baginya, hukuman berat bahkan hukuman mati dan pemiskinan memang mungkin menghentikan korupsi. Tapi jika korupsi, suap menyuap, jual beli jabatan, hingga komitmen fee proyek masih dianggap budaya, maka korupsi tidak akan pernah berakhir.

“Karenanya membangun budaya antikorupsi menjadi pilihan yang mendasar,” kata Firli.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa indeks persepsi korupsi bisa meningkat jika keterbukaan dan demokrasi terlaksana dengan baik dan benar.

“Keterbukaan dan demokrasi seharusnya menjadi mimpi buruk bagi para koruptor karena semuanya sudah terbuka,” sambungnya.

Alasan Firli, dengan keterbukaan dan demokrasi seharusnya tidak ada lagi transaksi, biaya politik mahal, dan jual beli perahu parpol.

Keterbukaan dan demokrasi juga seharusnya membuat biaya pilkada, pileg, dan pilpres yang mahal menjadi nol rupiah. Karena itu kekuasaan kamar partai harus bersih dari korupsi.

“Dengan begitu, saya sangat yakin Indonesia bebas dan bersih dari korupsi. Mari berkarya untuk bangsa, berbakti untuk negeri, membebaskan dan membersihkan NKRI dari praktik-praktik korupsi,” ajaknya.

“Demokrasi dengan ruh keterbukaan, transparansi, akuntabel, one man one vote sejatinya tidak ada politik transaksional di ruang gelap. Semua sudah terbuka, sudah bukan saatnya lagi kita dengan lantang menyatakan politik tanpa mahar namun pada kenyataannya fakta empiris menunjukan bahwa transaksional masih bertahan di balik ruang senyap dan gelap gulita,” demikian Firli.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya