Berita

Presiden Joko Widodo saat membuka Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KPK/Repro

Politik

APH Sudah Banyak Tangani Kasus Korupsi, Jokowi: Jangan Cepat Berpuas Diri

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Saat memberikan sambutan di acara puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021, Presiden Joko Widodo mengawali sambutannya dengan menyoroti jumlah perkara korupsi yang ditangani oleh aparat penegak hukum (APH) sepanjang 2021. Yakni oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Polri.

"Kita semua menyadari bahwa korupsi merupakan extraordinary crime yang mempunyai dampak luar biasa. Oleh sebab itu harus ditangani secara extraordinary juga," ujar Presiden Jokowi di Gedung Juang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/12).

Jumlah kasus yang ditangani APH pada 2021 dianggap luar biasa. Di mana, pada periode Januari-November 2021, Polri telah melakukan penyidikan 1.032 perkara korupsi. Kejaksaan di periode sama sebanyak 1.486 perkara korupsi.


"Demikian pula dengan KPK yang telah menangani banyak sekali kasus korupsi seperti tadi yang sudah disampaikan oleh Ketua KPK," kata Jokowi.

Penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK, seperti yang disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri, yaitu 119 penyelidikan, 109 penyidikan, 88 penuntutan, 85 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap, 89 eksekusi dengan jumlah tersangka sebanyak 121.

Presiden Jokowi selanjutnya menyampaikan beberapa kasus korupsi besar yang berhasil ditangani secara serius. Yaitu kasus Jiwasraya, Asabri, dan kasus BLBI.

"Namun aparat penegak hukum, termasuk KPK sekali lagi jangan cepat berpuas diri dulu. Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Kita semua harus sadar mengenai ini," jelas Jokowi.

Hal tersebut dapat dilihat dari sebuah survei nasional pada November 2021. Di mana masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai permasalahan kedua yang mendesak untuk diselesaikan. Di urutan pertama adalah penciptaan lapangan pekerjaan mencapai 73,3 persen

"Ini yang diinginkan oleh masyarakat. Urutan kedua adalah pemberantasan korupsi mencapai 15,2 persen dan urutan ketiga adalah harga kebutuhan pokok mencapai 10,6 persen," papar Jokowi.

Dari ketiga hal tersebut, jika dilihat sebagai satu kesatuan tindak pidana korupsi, menjadi pangkal dari permasalahan yang lain.

"Korupsi bisa menggangu penciptaan lapangan kerja. Korupsi juga bisa menaikkan harga kebutuhan pokok. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa, masyarakat yang menilai baik dan yang menilai buruk upaya pemberantasan korupsi saat ini dalam proporsi yang seimbang. Yang menilai sangat baik dan baik sebanyak 32,8 persen. Yang menilai sedang 28,6 persen, serta yang menilai buruk dan sangat buruk sebanyak 34,3 persen," terang Jokowi.

Jika dibandingkan dengan Asia, lanjut Jokowi, ranking indeks persepsi korupsi Indonesia pada 2020 masih perlu diperbaiki.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Singapura berada di ranking ketiga, Brunei Darussalam di ranking 35, Malaysia di ranking 57. Sedangkan Indonesia masih di ranking 102.

"Ini yang memerlukan kerja keras kita untuk memperbaiki indeks persepsi korupsi kita bersama-sama," pungkas Jokowi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya