Berita

Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu/Net

Olahraga

Mengaku Terlambat Panas, Greysia/Apriyani Sukses Amankan Tiket Semifinal

JUMAT, 03 DESEMBER 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pasangan ganda putri nomor satu Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sempat membuat pencinta bulutangkis nasional cemas. Pasalnya, mereka sempat terlambat panas hingga tertinggal cukup jauh dari lawannya saat melakoni laga ketiga WF World Tour Finals 2021, Jumat siang (3/12).

Beruntung, dengan pengalaman dan mental yang kuat, Greysia/Apriyani mampu bangkit untuk meraih kemenangan dua game langsung atas ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Ganda putri andalan Indonesia tersebut mengawali pertandingan dengan tertinggal. Mereka sempat ketinggalan 1-6 di awal, tapi berangsur-angsur menipiskan selisih lalu mengejar.


Lima poin beruntun mengantarkan peraih emas Olimpiade 2020 Tokyo itu unggul 16-13 dan mengamankan game pertama. Dalam pertandingan yang berlangsung di Bali International Convention Center itu, Greysia/Apriyani akhirnya menang 21-18 dan 21-11 atas Tan/Thinaah.

"Alhamdulillah, Puji Tuhan, kami bersyukur dengan hasil hari ini. Kunci kemenangan tadi, kita memang mempersiapkan diri ya, karena Malaysia ini bagus pertahanan dan serangannya, jadi memang kami persiapkan dari pola main terus soal ketenangan di lapangan," ujar Apriyani usai pertandingan.

"Kita terlambat tune in. Waktu pas masuk lapangan, terlalu lambat, tidak terlalu agresif. Jadi itu yang diingatkan oleh pelatih kami, harus bisa lebih agresif untuk menciptakan serangan," imbuh Greysia.

Kemenangan ini langsung mengantarkan Greysia/Apriyani ke babak semifinal BWF World Tour Finals 2021. Mereka lolos sebagai runner-up Grup A di bawah Kim So-yeong/Kong Hee-yong yang unggul head to head.

Di semifinal nanti, Greysia/Apriyani mengaku tak akan memilih-milih lawan, siapapun siap dihadapi.

"Kita fight lagi, fight di lapangan pasti. Siapa saja lawannya," tutup Greysia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya