Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar/Ist

Politik

Cak Imin: PDIP Enak Enggak Mikir Siapa-siapa, PKB Selalu Pikirkan NU

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 15:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam lima tahun ke depan, Nahdlatul Ulama (NU) akan genap 100 tahun mencatatkan kiprah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Begitu dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dalam Halaqoh Satu Abad NU bertema "Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyyin" di Kantor DPP PKB, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

"Hari ini, menjelang 100 tahun NU sebagai evaluasi catatan momentum sejarah ukiran prestasi dan juga peran NU selama 100 tahun untuk persiapan 100 tahun yang kedua," ujar Muhaimin Iskandar.


Di hadapan mantan Wakil Preiden RI Jusuf Kalla dan ekonom senior Dr Rizal Ramli, politikus yang karib disapa Cak Imin ini mengatakan, PKB yang lahir dari Nahdlatul Ulama harus juga memikirkan NU.

Kelakar Cak Imin, hal itu dicerminkan dari tata cara menyanyikan lagu wajib saat acara resmi. Yakni Indonesia Raya, Ya Ahlal Wathon, dan Mars PKB.

"Jadi mohon maaf Pak JK, kalau di PKB ini nyanyinya tiga kali berdirinya, agak lama karena PKB ini partai yang selain memikirkan dirinya juga memikirkan NU. Kira-kira begitu. Ya ada enaknya, ada enggak enaknya," tutur Cak Imin.

"Kalau PDIP enak, enggak mikir siapa-siapa. Golkar enak, enggak mikir siapa-siapa, yang lain enak enggak mikir siapa-siapa. Di sisi lain kita juga lahir dan dibesarkan oleh Nahdlatul Ulama," selorohnya disambut tawa hadirin yang hadir.

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, PKB memiliki peran untuk membawa Nahdlatul Ulama semakin bermanfaat dan memiliki peran bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang.

"PKB tidak bisa lepas kontribusi dan pemikiran serta ikhtiar kita sama-sama membawa Nahdlatul Ulama semakin bermanfaat bermaslahat dan punya peran bagi negara dan bangsa," pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya