Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Pakar: Omicron Kandidat Paling Mungkin yang Dapat Mengungguli Varian Delta

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 12:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Varian baru virus corona B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Omicron tampaknya dapat menggeser varian Delta yang lebih menular.

Demikian proyeksi yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif National Institute for Communicable Diseases (NICD) Afrika Selatan, Adrian Puren, seperti dikutip TRT World.

"Kami pikir apa yang akan mengungguli Delta? Itu selalu menjadi pertanyaan, apa yang akan mengungguli Delta dalam hal penularan setidaknya," kata Puren.


Jika Omicron terbukti lebih menular daripada varian Delta, maka itu dapat menyebabkan lonjakan tajam dalam infeksi yang dapat memberi tekanan pada rumah sakit.

Untuk itu, Puren mengatakan para ilmuwan harus tahu dalam waktu empat pekan sejauh mana Omicron dapat menghindari kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin atau infeksi sebelumnya, dan apakah itu mengarah pada gejala klinis yang lebih buruk daripada varian lainnya.

Laporan anekdotal oleh dokter yang telah merawat pasien Covid-19 Afrika Selatan mengatakan Omicron tampaknya menghasilkan gejala ringan, termasuk batuk kering, demam, dan keringat malam, tetapi para ahli telah memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan dini.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan oleh para ahli di Afrika Selatan pada 24 November. Dua hari kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar pertemuan darurat dan memasukkan Omicron ke dalam daftar varian yang perlu mendapatkan perhatian.

Para ahli mengatakan Omicron berpotensi sangat berisiko, namun membutuhkan studi lebih lanjut untuk meninjau tingkat penularan dan keparahan akibat varian dengan 32 mutasi ini.

Kemunculan varian Omicron mendorong banyak negara di dunia memberlakukan pembatasan perjalanan, khususnya menargetkan negara-negara Afrika.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya