Berita

Seminar Pendidikan yang bertajuk "Implementasi Merdeka Belajar dalam Pembelajaran di Kelas" yang diselenggarakan pada Sabtu (27/11)/Repro

Nusantara

Komitmen Memajukan Negeri, YPA-MDR Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah Prasejatera dan 4T

SABTU, 27 NOVEMBER 2021 | 23:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendidikan merupakan salah satu elemen kunci yang penting bagi pembangunan bangsa dan negara. Dengan kesadaran tersebut, PT Astra International Tbk pun secara khusus membentuk Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim (YPA-MDR) untuk menjalankan pogram kontribusi sosial berkelanjutan khususnya meningkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera dan 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal dan Terdalam). Tujuan ini selaras dengan pilar Astra untuk Indonesia cerdas. 

Sejak berdiri hingga kini, YPA-MDR telah membina 111 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 1.622 dan siswa mencapai 23.856 yang tersebar di 13 kabupaten di sejumlah provinsi, seperti Lampung, Sumatra, Jawa, Kalimantan Tengah hingga NTT.

Demikian disampaikan Sekretaris Pengurus YPA-MDR yakni Wedijanto Widarso dalam Seminar Pendidikan yang bertajuk "Implementasi Merdeka Belajar dalam Pembelajaran di Kelas" pada akhir pekan ini (Sabtu, 27/11). Pada kesempatan tersebut, hadir pula Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno.


"YPA-MDR secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi NTT khusunya Kabupaten Kupang dan Rote Ndao dengan memberikan program pembinaan unggulan seperti Pelatihan manajemen Sekolah, penyusunan Silabus dan RPP, Penyusunan PTK, Pembinaan GASING, Karakter, Guru Muda Garda Depan (GMGD), pelestarian seni budaya Tenun dan Pemenuhan perangkat digitalisasi di sekolah," kata Wedijanto, sebagaimana keterangan yang diterima redaksi.

Ditegaskan Wedijanto Widarso, YPA-MDR berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi guru di bidang penyusunan karya tulis ilmiah, penelitian pendidikan dan karya inovasi pembelajaran. 

Selama tiga tahun terakhir, sambungnya, YPA-MDR telah menghasilkan ratusan karya tulis ilmiah dari para guru binaan, baik berupa PTK dan karya Inobel. Beberapa diantaranya bahkan telah memenangkan Lomba Innovasi Guru PT Astra International Tbk - Kemdikbudristek dan Lomba Inobel Guru di tingkat Nasional yang diselenggarakan setiap tahun.

"Karya-karya tulis ilmiah ini ditindaklanjuti dengan penerbitan melalui Media Jurnal Ilmiah yang dikelola bekerjasama dengan UKSW di area Jawa dan UNDANA di area NTT," ungkapnya.

"YPA-MDR berharap para guru akan terus menggali cara-cara yang inovatif dalam mengajar dengan mendayagunakan pengalaman di lingkungannya," sambung Wedijanto Widarso.

Bagi para peserta yang telah mendapatkan wawasan dan pengalaman baru, YPA-MDR berpesan agar mengimplementasikan ilmunya tersebut dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

"Apabila terdukung oleh fasilitas dan kesempatan yang baik. Di era milenium tuntutan pembelajaran terus berubah ke arah pembelajaran yang semakin variatif, kreatif, intensif serta efektif dan efisien," tambahnya.

YPA-MDR juga meminta kepada para guru binaan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman.

"Para guru juga harus terus belajar untuk dapat memanfaatkan perangkat teknologi multimedia untuk dapat membangun pendidikan yang berwawasan global. Abad ke-21 adalah abad digitalisasi, karena itu kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi digital dalam pembelajaran merupakan keharusan untuk dapat tetap eksis dalam pendidikan era milenium," ujar Wedijanto Widarso.

Tak lupa, YPA-MDR juga mengapresiasi dukungan jajaran Pemerintah Daerah dalam melakukan program-program pembinaan dan pendampingan, khususnya peningkatan mutu pembelajaran yang kreatif dan inovatif melalui berbagai kesempatan seperti forum Seminar saat ini. 

"Dan untuk selanjutnya dimungkinkan kolaborasi dan sinergi dalam pemberdayaan para guru untuk menjadi 'Guru Penggerak' untuk dapat mengimbaskan pembinaan kepada sekolah-sekolah non-binaan dan juga program “Kampus Merdeka” dalam upaya mewujudkan Merdeka Belajar di NTT," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya