Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Diam-diam Bangun Tiruan Kapal Induk AS, Mampu Tenggelamkan Diri Sendiri

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 15:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan telah diam-diam membangun tiruan dari kapal induk Amerika Serikat (AS) yang dapat membawa jet tempur.

Hal itu diungkap oleh Sam Armstrong dari lembaga think tank Henry Jackson Society, seperti dimuat The Sun pada Selasa (16/11).

Armstrong mengatakan, pembangunan kapal militer tersebut tidak perlu dilakukan oleh China kecuali Beijing berencana melakukan serangan bom terhadap kapal induk.


"Jika China sedang membangun kapal induk yang dibangun dengan skala kapal AS, ia mengembangkan kapasitas untuk mengirim jet tempur cepatnya ke seluruh dunia dengan tujuan tunggal untuk menenggelamkan kapal itu dan membunuh penumpangnya,” ujar Armstrong.

"Ini adalah model kerja yang siap digunakan sebagai latihan untuk operasi kehidupan nyata melawan pasukan Barat," tambahnya.

Para analis akhir-akhir ini hampir sepakat dalam pandangan bahwa AS akan segera kehilangan keunggulan angkatan lautnya lantaran disalip oleh China.

Modernisasi angkatan laut China mencakup berbagai program untuk produksi kapal, pesawat terbang dan senjata baru, peningkatan pemeliharaan dan logistik, bersama dengan pengembangan doktrin angkatan laut dan peningkatan personel angkatan laut.

Ukuran dan komposisi yang tepat dari kekuatan angkatan laut China tidak pernah diungkapkan secara resmi oleh Beijing.

Hingga saat ini, diyakini bahwa negara tersebut memiliki 355 kapal perang, termasuk kapal permukaan besar, kapal selam, kapal induk, kapal pendarat dan kapal ladang ranjau.

Menurut The Washington Times, China akan memperoleh total 460 kapal perang pada akhir dekade ini.

Selain itu, China telah memperkenalkan komponen angkatan laut baru dari triad nuklirnya, kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir (SSBN) Tipe 094. Kapal perang tersebut mampu menembakkan rudal balistik dengan jangkauan 7.200 kilometer, yang berarti dapat mencapai Hawaii dan Alaska AS serta Pantai Barat AS.

Laporan tentang kekuatan angkatan laut China yang semakin kuat disertai dengan berita tentang dua dugaan pengujian senjata hipersonik di awal musim panas.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya