Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bukan Covid-19, Nyawa Anak-anak di Afghanistan Terancam Wabah Campak

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 17:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis kemanusiaan di Afghanistan semakin parah dengan semakin sulitnya akses kesehatan dan bahkan pangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Afghanistan telah dilanda lonjakan cepat wabah campak dan karena kurangnya vaksin.

Jurubicara WHO Margaret Harris menyebut setidaknya 87 anak telah meninggal karena campak tahun ini.


"Untuk anak-anak yang kekurangan gizi, campak adalah hukuman mati," kata Harris, seperti dikutip TOLO News.

Harris kemudian menekankan pentingnya meningkatkan pengujian terhadap campak. Meski pemantauan telah dilakukan, wabah masih berkecamuk.

"Sayangnya, kami memiliki 87 kematian yang dilaporkan. Kami akan melihat lebih banyak lagi jika kami tidak segera melanjutkan ini," imbau Harris.

Pejabat di Rumah Sakit Anak Indira Gandhi mengatakan bahwa jumlah kematian akibat campak akan meningkat jika WHO tidak dapat menyediakan vaksin secepat mungkin.

Menurut pejabat kesehatan, campak adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang anak-anak berusia satu hingga lima tahun. Penyakit ini hanya dicegah dengan vaksinasi.

Menurut WHO, ribuan anak Afghanistan sekarang terinfeksi campak di Afghanistan.

Selain itu, pejabat kesehatan mengatakan jumlah orang yang terinfeksi diabetes di Afghanistan meningkat. Tahun ini lebih dari satu juta orang terinfeksi penyakit ini dan kebanyakan dari mereka adalah wanita. 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya