Berita

Suku Maori mengutuk aksi demonstrasi anti-vaksin menggunakan ritual tradisional/Net

Dunia

Suku Maori Minta Demonstran Anti-Vaksin Tak Gunakan Ritual Budaya Selama Aksi

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 15:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Suku Maori buka suara perihal penggunaan ritual budaya haka Ka Mate dalam aksi protes anti-vaksin Covid-19 baru-baru ini di Selandia Baru.

Pada Senin (15/11), Ngati Toa atau suku yang diakui sebagai penjaga budaya haka Ka Mate, membuat sebuah pernyataan perihal aksi protes terhadap pembatasan sosial dan kebijakan vaksin.

"Ngati Toa mengutuk penggunaan haka Ka Mate untuk mendorong dan mempromosikan pesan vaksinasi anti-Covid-19," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip AFP.


“Kami mendesak agar pengunjuk rasa segera berhenti menggunakan taonga (harta budaya) kami," tambah mereka.

Ka Mate merupakan salah satu ritual yang paling terkenal dari ritual lainnya milik suku Maori. Ritual ini kerap dimainkan sebelum pertandingan rugby selama lebih dari satu abad, serta ada pada acara pernikahan dan pemakaman.

Ka Mate sendiri situal dengan menghentakkan kaki dan memutar mata yang disusun oleh kepala prajurit Te Rauparaha sekitar tahun 1820 untuk merayakan pelariannya dari partai perang pengejar suku saingan.

Pada 2014, parlemen Selandia Baru mengesahkan UU yang berisi Ngati Toa sebagai penjaga ritual. Namun tidak ada hukuman yang dijelaskan jika ritual disalahgunakan.

Kepala Ngati Toa, Helmut Modlik menyebut penggunaan Ka Mate dalam aksi unjuk rasa anti-vaksin dilandaskan pada kepentingan pribadi, dan bukan suku.

“Banyak tupuna (nenek moyang) kami kehilangan nyawa dalam pandemi sebelumnya dan kami sangat menderita,” ujarnya.

“Kami sangat yakin bahwa vaksin Covid-19 adalah perlindungan terbaik yang kami miliki, dan kami berkomitmen untuk mendukung whanau (keluarga) kami untuk divaksinasi sesegera mungkin," tambah dia.

Banyak dari mereka yang melakukan Ka Mate dalam demonstrasi adalah orang Maori yang masih muda. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pihaknya berusaha untuk meluruskan disinformasi yang ada.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya