Berita

Pengungsi di perbatasan Belarus dan Polandia/Net

Dunia

Jenderal Inggris: Potensi Perang dengan Rusia Saat Ini Mencapai Puncaknya Sejak Perang Dingin

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 10:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya ketegangan antara Belarus dan Polandia memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik antara negara-negara Barat dan Rusia.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Inggris, Jenderal Sir Nick Carter bahkan menyebut potensi perang dengan Rusia pada saat ini lebih besar daripada kapan pun sejak Perang Dingin.

Carter yang akan segera mengundurkan diri pada akhir bulan ini mengatakan, Belarus mendorong para migran mencapai perbatasan Uni Eropa untuk mengacaukan kawasan.


Tindakan Minsk dinilai tidak akan dilakukan tanpa perintah dari Rusia.

"Saya pikir ini adalah kasus klasik dari jenis buku pedoman hibrida di mana Anda menghubungkan disinformasi dengan destabilisasi dan gagasan mendorong migran ke perbatasan Uni Eropa adalah contoh klasik dari hal semacam itu," ujarnya, seperti dikutip The Independent.

Saat ini, sejumlah besar migran, banyak dari Timur Tengah, berada di sebuah kamp darurat di sisi perbatasan Belarus, dengan otoritas Polandia setiap hari melaporkan upaya baru oleh para migran untuk melanggar perpecahan.

Kementerian pertahanan Belarusia menuduh Polandia membangun militer yang belum pernah terjadi sebelumnya di perbatasan, dengan mengatakan kontrol migrasi tidak menjamin konsentrasi 15.000 tentara yang didukung oleh tank, aset pertahanan udara dan senjata lainnya.

Pada Jumat (12/11), Inggris mengumumkan mereka akan mengirim tim kecil personel angkatan bersenjata ke Polandia untuk memberikan dukungan teknis.

“Apa yang ditunjukkan adalah persatuan kami dengan Polandia dan fakta bahwa kami berdiri di samping Polandia melawan ancaman semacam ini,” tambah Carter.

Uni Eropa menuduh presiden otoriter Belarus, Alexander Lukashenko, mendorong penyeberangan perbatasan ilegal sebagai serangan untuk membalas sanksi Eropa terhadap pemerintahnya atas tindakan kerasnya terhadap protes domestik setelah pemilihannya kembali tahun 2020 yang disengketakan.

Belarus membantah tuduhan. Tetapi mereka mengatakan tidak akan lagi menghentikan pengungsi dan migran dari mencoba memasuki Uni Eropa.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya