Berita

Sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400/Ney

Dunia

Meski di Bawah Bayang-bayang Sanksi, Rusia Tetap Kirim S-400 ke India Sesuai Rencana

MINGGU, 14 NOVEMBER 2021 | 12:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia mulai mengirim sistem rudal permukaan-ke-udara, S-400 Triumph, ke India sesuai dengan rencana.

Begitu yang dikatakan oleh Direktur Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis-Militer (FSMTC) Dmitry Shugaev kepada Sputnik pada Minggu (14/11), menjelang Dubai Airshow.

“Pasokan sistem pertahanan udara S-400 ke India telah dimulai dan berjalan sesuai jadwal,” kata Shugaev.


S-400 telah memasuki layanan di China dan Turki. Rusia dan India menandatangani kontrak pengiriman S-400 pada Oktober 2018.

Pada Agustus, kepala eksportir senjata negara Rusia Rosoboronexport, Alexander Mikheev, mengatakan negosiasi mengenai pasokan sistem pertahanan udara S-400 sedang berlangsung dengan tujuh negara di Timur Tengah, kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.

India dan Rusia menandatangani kesepakatan senilai 5,5 miliar dolar untuk lima resimen sistem S-400 pada tahun 2018, sebuah langkah yang membuka New Delhi terhadap sanksi di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi AS.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya