Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ancang-ancang Hadapi Gelombang Baru Covid-19 pada Musim Dingin, Jepang Perbanyak Tempat Tidur RS

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 12:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya kekhawatiran dapat meningkatnya infeksi Covid-19 menjelang musim dingin, pemerintah Jepang mulai bersiap diri.

Perdana Menteri Fumio Kishida pada Jumat (12/11) mengurai sebuah rencana untuk mendesak ditambahnya tempat tidur rumah sakit dan sumber daya media sebagai persiapan.

Pemerintah berencana untuk menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit sekitar 30 persen, meningkatkan perawatan di rumah, dan mengumpulkan data untuk memprediksi rumah sakit mana yang diperkirakan akan mendapatkan tekanan.


"Sejajar dengan penguatan sistem medis, mulai Desember akan menggunakan sistem IT untuk mengumumkan jumlah tempat tidur rumah sakit dan kondisi di setiap rumah sakit," ujar Kishida, seperti dikutip Reuters.

Berbagai persiapan dilakukan oleh Jepang dengan mengacu pada lonjakan kasus Covid-19 yang dialami pada musim dingin tahun lalu.

Terlebih sebagian besar negara juga telah mencabut pembatasan sosial pada bulan lalu, yang membuat para ahli memperingatkan akan adanya kemungkinan gelombang baru.

Awal pekan lalu, Kishida mengatakan "kartu truf" dalam perang pandemi pemerintah adalah pengadaan perawatan oral yang dapat mencegah perlunya rawat inap.

Pada Rabu (10/11), Jepang telah sepakat untuk membeli 1,6 juta pil molnupiravir seharga 1,2 miliar dolar AS kepada Merck & Co. Itu adalah sekitar setengah dari pasokan yang telah diamankan oleh Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, suntikan booster vaksin akan dimulai bulan depan, dengan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memperluas inokulasi kepada anak-anak berusia lima tahun.

Jepang telah melewati pandemi lebih baik daripada banyak negara, dengan lebih dari 18.000 kematian sejauh ini dan tanpa penerapan penguncian yang ketat.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya