Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin/Net
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin/Net
“Pertama ada yang punya tiket, tapi kurang sehat. Kurang sehat itu elektabilitasnya masih di bawah. Tapi ada juga yang tidak punya tiket tapi ia sehat. Ia enggak punya perahu, enggak punya partai, tapi elektabilitas di tengah dan ke atas. Nah ini kan ada dua pola saya lihat,†ucap pengamat politik Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/11).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menuturkan, dua fenomena ini akan membuat banyak calon saling mengintip, saling mencari mana yang cocok. Baik yang punya tiket minim elektabilitas, atau yang ada elektabilitas tapi tak punya partai.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00
Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51
UPDATE
Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48
Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40
Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08
Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00
Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51
Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45
Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20
Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13
Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50
Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45