Berita

Politisi senior PDIP, Prof Hendrawan Supratikno/Net

Politik

Hendrawan Supratikno: Sudah Dicek, Teddy Sulistio Tidak Dipalak

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengakuan bekas Politikus PDIP Teddy Sulistio yang belakangan mengundurkan diri lantaran mengaku 'dipalak' hingga Rp 500 juta jika ingin mendapatkan jabatan, dibantah.

Politikus Senior PDIP Prof Hendrawan Supratikno memastikan bahwa Teddy Sulistio bukan dipalak hingga ratusan juta untuk mendapatkan sebuah jabatan.

Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah iuran kolektif sesuai dengan kemampuan masing-masing kader.


"Sudah kami cek tidak benar. Yang benar, dalam gawe bersama, ada mekanisme gotong royong sesuai kemampuan. Jadi bukan palak-memalak," tegas Hendrawan kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis siang (11/11).

Atas dasar itu, jika muncul istilah pemalakan itu keliru. Di ranah politik, kata anggota Komisi XI DPR RI fraksi PDIP ini, kerap kali berkembang istilah-istilah yang berlebihan.

"Di dunia politik orang sering melebih-lebihkan pengorbanan yang diberikan," demikian Hendrawan.

Teddy Sulistio yang telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPC PDIP dan anggota DPRD Kota Salatiga itu blak-blakan soal pengalaman dipalak oleh oknum partai untuk posisi strategis di legislatif.

"Kader saya itu bilang sama saya, kalau harus ada patungan untuk jabatan. Kalau jumlah uang ratusan juta di kota besar, mungkin. Untuk Salatiga, dua ratus tiga ratus (juta) lah, itu kata si oknum. Mana ada itu uang ratusan juta untuk posisi Ketua DPRD, karena posisi itu bagian dari penugasan partai," bebernya kepada Kantor Berita RMOLJateng, Senin (8/11).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya