Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah/Net

Politik

Masa Pegawai KPK Berpolitik dan Pimpinan Mimpi Jadi Presiden Sudah Lewat

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 11:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perbedaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dulu dan sekarang terletak pada para pegawainya. Di mana dulu pegawai seolah diracun untuk selalu jadi pahlawan publik dan berpolitik bersama LSM.

Di satu sisi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut pimpinan KPK dulu juga berorientasi menjadi presiden dan wakil presiden.

“Pegawainya berpolitik bersama LSM dan pimpinannya bermimpi jadi presiden atau wakil presiden. (Sekarang) masa itu sudah lewat!” tegasnya lewat akun Twitter pribadi sesaat lalu, Rabu (10/11).


Fahri Hamzah mengatakan bahwa KPK masa lalu selalu memanen decak kagum dan pujian. Tapi efek dari hal tersebut adalah kerusakan dan disharmoni sistem.

Prestasi mereka ada di dunia maya dan citra, tapi tidak ada dalam kenyataan. Hal ini memerlukan tranformasi mindset dan kemudian dirancang dalam revisi UU KPK.

Atas dasar itu, Fahri memohon kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk bisa memimpin dalam transformasi kerja sistemik.

“Mungkin saja senyap dan tak bisa lagi jadi tontonan kayak dulu. Memang bukan itu maksudnya. Masuklah ke jantung persoalan. Perbaiki sistem; supervisi, kordinasi, monitoring seperti amanah UU KPK,” tegasnya.

Dengan kerja seperti itu, Fahri yakin KPK akan jauh lebih baik, transparan, bertanggung jawab, prosedural dan paham bahwa kerja ini tidak memerlukan penggalangan opini untuk mempengaruhi persidangan.

“Kebenaran adalah kebenaran. Jaksa dan penyidik KPK makin percaya diri,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya