Berita

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil/Net

Politik

Mantan Tenaga Ahli KSP Anggap Sofyan Djalil Batu Sandungan Janji Politik Jokowi

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 17:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dianggap menjadi ganjalan Presiden Joko Widodo untuk menunaikan janji politiknya terkait penuntasan mafia tanah.

Demikian antara lain disampaikan mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Beathor Suryadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin sore (8/11).

Menurut Beathor, sudah tujuh tahun Sofyan duduk di Kabinet Jokowi, namun sangat minim bahkan bisa dikatakan tidak ada trobosan gagasan darinya sebagai pembantu Presiden untuk menyelesaikan janji Politik Jokowi saat kampanye yakni reformasi agraria.

Beathor kemudian merujuk pernyataan Sofyan Djalil terkait dengan mafia tanah yang tidak bisa diselesaikan bahkan merajalela dikarenakan luasnya jaringan mafia tanah yang tersebar di semua lini. Namun disisi lain, tambah Beathor, Menteri Sofyan seolah pasrah dengan mengatakan bahwa Kementrian ATR/BPN yang besar tak bisa dipungkiri jika ada yang terlibat dalam jaringan mafia tanah.

Terkait pernyataan Sofyan bahwa tak memungkiri pagawai ATR/BPN jadi bagian dari mafia tanah, menurut Beathor hanyalah otokritik yang basa basi dan pemanis mulut.

“Basa basi pemanis mulut semata ketimbang memperbaiki kinerja. Seperti contohnya pada kasus kasus HGB yang seharusnya Sofyan telah berhasil menyelesaikannya, seperti kasus Bu Ani Cahyani warkahnya hilang di Kantor BPN Tangerang, Kasus Robert Sujasmin SHM nya hilang di KaKantah DKI Utara dan kasus PTSL Warga Mauk Teluk Naga, usulan Warga ke kantor BPN Tangerang kenapa terbit atas nama 3 pelaku Mafia. Kok jadi aneh?” ungkap Beathor.

Selain itu, kata Beathor, hingga saat ini yang belum dijelaskan Sofyan adalah kelembagaan birokrasi pertanahan, BUMN dan Kehutanan dalam bekerja sesuai misi visi Presiden Jokowi yang Pro Rakyat di bidang Agraria yang faktanya justru menyebabkan suburnya praktek-praktek mafia tanah, seperti pemalsuan kuasa pengurusan hak konversi tanah, menunda-nunda SK Pelepasan menteri BUMN terhadap ex HGU perkebunan, tidak menjalankan Keputusan MA No 121 PK/2020 tentang keterbukaan informasi dan lain sebagainya.  

“Nah, mengapa ini tidak disampaikan oleh Menteri Sofyan? Karena menteri Sofyan bisa jadi lebih ingin melindungi pengusaha mafia tanah ketimbang melindungi bawahannya,” sesal Beathor.

Disisi lain, Beathor berpandangan, ada kesan Menteri Sofyan tidak paham kinerja anak buah di kantornya, akibat ketidakpahaman tersebut berakibat merepotkan instansi dan lembaga lain. Misalnya, kesalahan ukur lokasi, lalu muncul 2 SHM, kehilangan warkah dan SHM di kantor BPN, kenapa melibatkan Polisi, bahkan Pengadilan hingga PK di Mahkamah Agung.

“Mana Kecerdasanmu Sofyan?” pungkas Beathor.

Populer

Jokowi Kumpulkan Relawan di GBK, Sekjen PDIP: Banyak Manipulasi

Senin, 28 November 2022 | 05:22

Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

Sabtu, 03 Desember 2022 | 02:48

Ubed: Gugatan Cucu Bung Hatta Terhadap Jokowi Beri Warna Politik Baru Saat Krisis Demokrasi

Sabtu, 03 Desember 2022 | 20:40

Ferry Mursyidan Baldan Diduga Terkena Serangan Jantung usai Minum Obat Sakit Gigi di Parkiran Bidakara

Jumat, 02 Desember 2022 | 15:46

Kepala BP2MI Minta Perang, Andi Sinulingga: Di Otaknya yang Berbeda Itu Lawan

Minggu, 27 November 2022 | 23:01

Analisis Hukum Kasus Ferdy Sambo

Sabtu, 26 November 2022 | 04:42

Buntut Pernyataan Nyeleneh, Bahlil Dilaporkan Sejumlah OKP ke Bareskrim Polri

Jumat, 25 November 2022 | 03:30

UPDATE

Seruan Mogok Massal, Ratusan Toko di Iran Ditutup

Selasa, 06 Desember 2022 | 06:11

Teken Pakta Integritas Bersama Kepala Daerah, Gubernur Sumut: Tugas ASN Melayani, Jangan Minta Dilayani

Selasa, 06 Desember 2022 | 05:56

Luncurkan Petani Muda Ogan Ilir Bangkit, Panca Wijaya: Wadah persiapan Petani Muda Berkompetensi

Selasa, 06 Desember 2022 | 05:39

Juara Kopi

Selasa, 06 Desember 2022 | 05:10

Tekan Inflasi, Pemkot Bandar Lampung Habiskan Anggaran Rp 2 Miliar untuk Gelar Pasar Murah

Selasa, 06 Desember 2022 | 04:46

Dikabarkan Bakal Dilelang, KKP: Pemanfaatan Perairan Kepulauan Widi Belum Dilengkapi Izin

Selasa, 06 Desember 2022 | 04:13

Korea Selatan Harus Bertekuk Lutut di Tangan Brazil

Selasa, 06 Desember 2022 | 03:56

Buruh Minta Ridwan Kamil Setuju pada Rekomendasi UMK 2023

Selasa, 06 Desember 2022 | 03:45

Dua Periode Pimpin Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar Layak Didorong Nyagub di DKI

Selasa, 06 Desember 2022 | 03:22

Transformasi Pesantren As'adiyah di Tangan Nasaruddin Umar

Selasa, 06 Desember 2022 | 02:52

Selengkapnya