Berita

Konsulat Amerika Serikat di Yerusalem/Net

Dunia

Tolak Konsulat AS di Yerusalem, Israel Sarankan Washington Buka Misi di Tepi Barat

MINGGU, 07 NOVEMBER 2021 | 06:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah penolakannya atas pembukaan konsulat Amerika Serikat (AS) di Yerusalem tidak digubris, Israel menyarankan agar Washington membuka misi tersebut di Tepi Barat.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak akan memberikan AS kesempatan untuk membuka konsulat untuk orang-orang Palestina di Yerusalem.

"Posisi saya, dan itu disampaikan kepada Amerika, adalah tidak ada tempat bagi konsulat AS yang melayani Palestina di Yerusalem. Kami menyuarakan pendapat kami secara konsisten, diam-diam, tanpa drama," kata Bennett.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengatakan pihaknya juga telah mengusulkan agar konsulat AS itu didirikan di Ramallah, Tepi Barat.

"Jika mereka (Amerika Serikat) ingin membuka konsulat di Ramallah, kami tidak masalah dengan itu," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Minggu (7/11).

Sementara itu, jurubicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh menolak usulan tersebut.

"Kami hanya akan menerima konsulat AS di Yerusalem, ibukota negara Palestina. Itulah yang telah diumumkan dan telah dilakukan oleh pemerintah AS," tekan Rudeineh,

Di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, Washington memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu juga diiringi dengan penutupan konsulat AS di Yerusalem dan memindahkannya ke kedutaan.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan dan melihat inisiatif AS untuk memindahkan kedutaannya merusak aspirasi itu. Israel, yang merebut Yerusalem Timur pada tahun 1967, menyebut Yerusalem sebagai ibukota yang tak terpisahkan.

Berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Palestina, pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan akan membuka kembali konsulat, meskipun belum memberikan tanggal.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pembukaan konsulat sebagai bagian dari memperdalam hubungan dengan Palestina.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya