Berita

Dutabesar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO Dr. Muhammad Najib/Repro

Dunia

Bertugas di Spanyol, Dubes Najib Siapkan Program Moderasi Beragama

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 08:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada bulan lalu, Dutabesar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO Dr. Muhammad Najib mengemukakan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan hubungan dua negara.

Lewat video singkat yang dilihat redaksi pada Jumat (5/11), Najib menekankan ia akan melakukan tugas utama sebagai dubes, yaitu menjaga hubungan dua negara, baik secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Tetapi di samping itu, ia juga memiliki dua program baru untuk dikembangkan.


"Pertama, membentuk apa yang disebut dengan diaspora muslim Indonesia atau DMI," kata Najib.

Ia menjelaskan, warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan bagian dari instrumen diplomasi. Selain itu, program DMI juga bertujuan untuk menekan kemungkinan WNI dipengaruhi ideologi dan paham keagamaan yang tidak jelas dan mengganggu.

"Yang kedua, saya juga akan mengembangkan apa yang disebut dengan interfaith dialogue. Dengan interfaith dialogue ini kita akan mengajak tokoh-tokoh agama setempat, khususnya di Spanyol yang mayoritas Katolik untuk mengembangkan moderasi beragama," jelasnya.

Jika pada prosesnya kedua program itu berhasil, Najib berharap ia dapat mengembangkan dan memperluas moderasi beragama ke seluruh kawasan Eropa, dan bahkan dunia.

Namun untuk melakukan program tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya dukungan Kementerian Luar Negeri. Selain ia juga telah berkomunikasi dengan Komisi VIII DPR RI, yang siap menggandeng Kementerian Agama.

"Saya meyakini gerakan ini akan memiliki power kuat. Apalagi sekarang momentumnya," pungkas Najib.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya